Terkini.id — Menghadapi penyebaran Virus corona atau Covid-19 di Provinsi Sulawesi Selatan.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel berencana melakukan perubahan struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020.
“Iya kami akan diskusikan pada saat rapat Banggar,” kata Koordinasi Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel, Rudy Pieter Goni, Selasa 24 Maret 2020.
Rudy Pieter Goni meminta, gubernur dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Sulsel mempersiapkan langkah taktis dalam perubahan parsial menghadapi Covid-19.
Menurut politisi PDIP ini, pos anggaran yang memungkinkan dialihkan ke penanganan covid-19 yaitu, seminar-seminar dam perjalanan dinas luar, karena tidak ada kegiatan dinas luar. Kecuali yang berkoordinasi ke pusat.
- DPRD Sulsel Tunda Pengesahan Ranperda Pajak, Kenaikan BBNKB dan PBBKB Dikaji Ulang
- Harga Telur Anjlok, DPRD Sulsel Minta Bulog Gelar Operasi Pasar
- 4 Bulan Merugi, Peternak Ayam Bagikan Telur Gratis di DPRD Sulsel
- DPRD Sulsel Usulkan Kenaikan Pajak BBNKB dan Pajak BBM Non-Subsidi
- DPRD Sulsel Bahas Dua Ranperda Strategis untuk Genjot Kemandirian Fiskal dan Optimalisasi BUMD
“Gubernur harus cermat dalam memindahkan anggaran. Kami akan melihat terlebih dahulu apa yang akan dilakukan gubernur. Pada prinsipnya DPRD mendukung penuh,” pungkasnya.
Update data Covid-19 di Sulsel pada, Selasa 24 Maret 2020 menunjukkan, sebanyak 149 ODP, 54 PDP, 7 orang sehat dan dipulangkan. Sementara positif covid-19 sebanyak dua orang, satu meninggal, satunya lagi dikabarkan berangsur membaik.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
