Masuk

Dokter Sunardi Disebut Lumpuh, Ketua RT: Dia Biasa Bawa Mobil

Komentar
DPRD Kota Makassar

Terkini.id, Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan ketua RT di wilayah tempat tinggal Dokter Sunardi menanggapi pendapat publik yang menyebut terduga teroris itu mengalami lumpuh gegara penyakit stroke, viral di media sosial.

Video pengakuan Ketua RT menanggapi anggapan publik yang menyebut Dokter Sunardi mengalami lumpuh itu viral usai diunggah pengguna Twitter Rosedah76, seperti dilihat pada Minggu 13 Maret 2022.

Dalam narasi cuitannya, netizen itu mengutip ulang pernyataan dari Ketua RT di tempat tinggal Sunardi tersebut yakni Bambang Pujiono.

Baca Juga: Ketua RT Cerita Soal Istri Ferdy Sambo: Nangis Terus di Kamar

Menurut Bambang Pujiono, kata sang netizen, Dokter Sunardi biasa mengendarai mobil sendiri ke masjid.

“Kesaksian Bambang Pujiono, Ketua RT 03/07 Gayam Sukoharjo, lingkungan t4 tinggal dr Sunardi yang menyatakan bahwa dr Sunardi biasa mengendarai mobil sendiri ke mesjid,” cuit netizen Rosedah76.

Ia pun lantas meminta warganet untuk menilai sendiri antara anggapan yang menyebut Sunardi lumpuh dengan pernyataan Bambang Pujiono itu.

Baca Juga: FPI Terdepan Bersihkan Lingkungan Usai Banjir di Garut, Warga: Terharu Bangga

“Silahkan nilai sendiri karena yang ngomong ini tetangga dan pak RT nya bukan yang banyak bacot di medsos,” tuturnya.

Dilihat dari video itu, tampak Ketua RT wilayah tempat tinggal Dokter Sunardi yakni Bambang Pujiono menyebut bahwa terduga teroris yang ditembak mati aparat Densus itu biasa mengendarai mobil saat ke masjid.

“Pak Nardi itu tiap kali ke masjid yang saya tahu itu dia bawa mobil. Beliau ini juga biasa naik mobil, itu kedua kakinya,” ungkap Bambang Pujiono.

Hal itu, kata Bambang, berdasarkan pengalamannya saat melihat Dokter Sunardi keluar dari masjid.

Baca Juga: FPI Bantu Warga Garut Usai Banjir, Ketua RT: Pemerintah Tidak Ada!

Menurutnya, ia biasa keluar dari masjid barengan dengan Dokter Sunardi seusai melaksanakan shalat. Pada momen itulah, ketua RT Gayam Sukoharjo ini biasa melihat terduga teroris itu bawa mobil.

“Saya kebetulan kalau keluar (masjid) kebetulan biasa bereng beliau. Beliaunya ke mobil, saya ke sini (berlawanan arah), jadi tidak bisa langsung lihat. Tapi, beliau biasa (bawa mobil),” ujarnya.