Kasus Babiambo, Dokter Tifa: Apakah Mau Menutupi Berita Berupa Kedatangan 74 Juta Dosis Vaksin Lagi?

Terkini.id, Jakarta – Polemik soal restoran Padang yang menggunakan bahan baku daging Babi dalam membuat olahan masakannya turut menyita perhatian Dokter Tifa.

Dilansir dari akun Twitter @DokterTifa, Sabtu 11 Juni 2022, Dokter Tifa melihat ada yang aneh dalam kasus viral Babiambo tersebut.

Menurut Dokter Tifa, mengapa restoran yang sudah tutup, tidak berjualan lagi tiba-tiba menjadi viral.

Baca Juga: Dokter Tifa Inginkan Presiden RI 2024 Memiliki Jiwa Seperti Nakhoda...

“Memviralkan apa yg sudah gulung tikar,” ujar Dokter Tifa, dikutip dari Twitter @DokterTifa, Sabtu 11 Juni 2022.

Selain itu, keanehan selanjutnya adalah kasus Babiambo viral karena terdapat unsur SARA.

Baca Juga: Dokter Tifa Inginkan Presiden 2024 yang Memiliki Jiwa Nakhoda Kapal...

“SARA lagi. Makanan identikal  Muslim, dibuat pakai   BABI, bikinan  pengusaha Chindo. Pake nama Babiambo lg. Kan ngeselin!” ungkap Dokter Tifa.

Lebih lanjut lagi, Dokter Tifa menduga bahwa kasus Babiambo ini digunakan untuk menutupi berita kedatangan 74 dosis vaksin Covid-19 ke Indonesia.

“Apakah mau menutupi berita  berupa kedatangan 74 juta dosis Vaksin lagi?” ucap Dokter Tifa.

Cuitan Dokter Tifa Soal Kasus Babiambo (screenshot dari akun Twitter @DokterTifa)

Baca Juga: Dokter Tifa Inginkan Presiden 2024 yang Memiliki Jiwa Nakhoda Kapal...

Sebagai informasi, Indonesia masih akan menerima 74 dosis vaksin Covid-19 hingga akhir tahun 2022.

Dilansir dari antaranews.com, Sabtu 11 Juni 2022, bahwa diketahui 74 juta vaksin Covid-19 tersebut, sekitar 15 juta merupakan sisa kontrak di awal 2021.

Vaksin Covid-19 tersebut akan terkirim setelah Juni sampai akhir tahun, sisanya sekitar 50 juta lebih itu adalah hibah.

Sedangkan persoalan mengenai kasus Babiambo dimulai dari ketika menu restoran tersebut viral karena menggunakan bahan dasar daging Babi dalam olahan masakan Padang.

Diketahui selama ini, masakan Padang termasuk dalam kategori masakan yang halal tidak menggunakan daging Babi.

Hal ini memicu kemarahan para masyarakat, budayawan serta politisi, lantaran hal ini dianggap mencoreng budaya dari masakan Padang tersebut.

“Ada 2 hal yang menurut saya bisa memicu kemarahan masyarakat Padang (Minang). Pertama soal nama BABIAMBO. Nama itu bagi masyarakat Minang diartikan sebagai Babi saya. Pemberi nama sepertinya sengaja me-Minangkan nama restorannya yang bermenu daging babi,” ulas Gamawan Fauzi selaku Budayawan Minangkabau, dikutip dari gelora.co, Sabtu 11 Juni 2022. 

“Tak jelas apa maksudnya, apakah sekadar melakukan galehnya (dagangan) atau ada maksud Iain, yaitu merusak tradisi prinsip Minang yang menganut falsafah Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah,” imbuhnya.

Bagikan