Sindir Keras Luhut Soal Minyak Goreng, Dokter Tifa: Voldemort Kumisan

Terkini.id, Jakarta – Epidemiolog, Dokter Tifa melontarkan sindiran keras terhadap Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan terkait kebijakan pembelian minyak goreng harus menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

Dokter Tifa pun lewat unggahannya di Twitter, Sabtu 25 Juni 2022, menilai kebijakan Luhut Panjaitan soal cara pembelian minyak goreng itu sudah gila dan zalim.

Tak hanya gila dan zalim, menurut Dokter Tifa kebijakan Luhut itu merupakan bukti lahirnya penjara baru terbesar di dunia.

Baca Juga: Dokter Tifa Inginkan Presiden RI 2024 Memiliki Jiwa Seperti Nakhoda...

Adapun penjara itu, kata Tifa, narapidananya berjumlah 278 juta orang dan penjara itu bernama ‘Indonesia’.

Selain itu, Tifa menyebut semua napi di penjara tersebut dibarcode dengan aplikasi PELI. Sementara sipir penjara itu ia sebut ‘Lord Voldemort versi kumisan’.

Baca Juga: Dokter Tifa Inginkan Presiden 2024 yang Memiliki Jiwa Nakhoda Kapal...

“Ini bukan lagi soal biadab, gila, zalim dan apapun itu. Ini adalah bukti lahirnya Penjara Baru Terbesar di Dunia. NAPInya 278 juta orang. Penjara itu namanya: INDONESIA. Semua Napi dibarcode dg PELI. Sipirnya satu: Lord Voldemort versi kumisan,” ujar Dokter Tifa.

Dalam unggahannya itu, Tifa juga menyertakan sebuah link artikel pemberitaan yang dimuat situs Kompas berjudul ‘Ini Penjelasan Luhut soal Beli Minyak Goreng Pakai Peduli Lindungi’.

Mengutip isi pemberitaan itu disebutkan, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa mulai Senin 27 Juni 2022 pemerintah akan mensosialisasikan pembelian minyak goreng curah rakyat (MGCR) menggunakan aplikasi Peduli Lindungi selama 2 pekan ke depan.

Baca Juga: Dokter Tifa Inginkan Presiden 2024 yang Memiliki Jiwa Nakhoda Kapal...

Luhut menjelaskan, penggunaan aplikasi Peduli Lindungi ini sebagai upaya pemerintah mengatasi sengkarut minyak goreng yang terjadi mulai dari kelangkaan stok hingga harga minyak yang melambung tinggi.

Hal terkait cara pembelian minyak goreng memakai aplikasi Peduli Lindungi itu disampaikan Luhut Panjaitan lewat unggahannya di Instagram pribadinya.

“Pemerintah melakukan upaya perubahan sistem ini untuk memberikan kepastian akan ketersediaan dan keterjangkauan harga minyak goreng bagi seluruh lapisan masyarakat. Penggunaan PeduliLindungi berfungsi menjadi alat pemantau dan pengawasan di lapangan, untuk memitigasi potensi penyelewengan yang dapat menyebabkan terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng,” ujarnya.

Bagikan