Masuk

Indonesia Berutang ke Jepang, Dokter Tifa: Begitu Terus yang Dilakukan Selama Delapan Tahun

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Aktivis sosial dan Peneliti Epidemiologi, Dokter Tifa memberikan pendapatnya terkait Jepang yang memberi utang kepada Indonesia senilai Rp4,8 triliun untuk pembangunan PLTA Peusangan.

Dalam media sosial pribadinya, Dokter Tifa menilai selama ini pemerintahan Jokowi terus berutang untuk melakukan pembangunan infrastruktur namun setelah selesai dibangun malah kembali dijual dengan harga rendah.

“Utang kesana kemari, untuk bangun infrastruktur. Infrastruktur yg setelah jadi, dijual lagi dengan harga murah, atau dibiarkan mangkrak,” ujar Dokter Tifa, dikutip dari Twitter @DokterTifa, Rabu 10 Agustus 2022.

Baca Juga: Asrama Mahasiswa Nusantara Mulai Dibangun di Makassar

“Begitu terus yang dilakukan selama 8 tahun ini,” lanjut Dokter Tifa.

Sebagai informasi, Pada 27 Juli 2022, Fumio Kishida selaku Perdana Menteri Jepang mengumumkan telah memberikan utang ke Indonesia senilai 43,6 miliar Yen alias Rp4,8 triliun.

Pinjaman yang diberikan pemerintah Jepang ini akan digunakan untuk proyek bidang mitigasi bencana dan penyelesaian PLTA Peusangan.

Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Jokowi Himbau Jangan Ada Gesekan Sosial dan Adu Domba Politik

“Saya telah menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo bahwa Jepang sedang memproses pinjaman yen sebesar kurang lebih 43,6 miliar yen untuk proyek bidang mitigasi bencana dan perampungan PLTA Peusangan,” ucap Fumio Kishida di Jakarta, dikutip dari tempo.co, Rabu 10 Agustus 2022.

Selain itu, Fumio Kishida dan Presiden Jokowi juga menjalin kerjasama di bidang maritim, investasi, lingkungan dan energi.

Bantuan pinjaman dari Jepang ini adalah upaya untuk memperkuat perdamaian di area kepulauan Indonesia yang dikelilingi oleh lautan.

“Termasuk penelitian yang sedang dilaksanakan untuk kerja sama hibah kapal patroli,” kata Fumio Kishida.

Baca Juga: Adu Jotos HIPMI, Dokter Tifa: Negara Ini Masuk Tahap C5

Direncanakan pada bulan Agustus 2022, pasukan bela diri Jepang akan ikut serta dalam latihan bersama multilateral Garuda Shield di Indonesia.

“Kami mengharapkan kerja sama keamanan kedua negara, termasuk pertukaran dalam bidang pertahanan, akan berkembang lebih lanjut,” papar Fumio Kishida.

Pada saat kunjungan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dan Duta Besar Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi.