Terkini.id, Makassar – Demi tetap mempertahankan budaya Bugis Makassar, seorang Dosen Fakultas Bahasa dan Sastra Indonesia (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM), Andi Agussalim, menyalurkan bakatnya dalam bentuk konten creator YouTube yang mana saat ini sangat familiar di tengah kemajuan zaman dengan era digital 4.0.
Konten creator tersebut ia bungkus dalam channel pribadinya, Andi Agussalim Aj Petta Maddendangnge. Dalam konten itu juga disalurkan bagaimana budaya lagu-lagu Bugis yang dia bungkus sendiri dalam bentuk video dengan diiringi kecapi miliknya.
Yang paling membanggakan ternyata konten tersebut dibuatnya sendiri, tanpa melalui proses editing dari editor ataupun melibatkan beberapa pihak seperti konten creator lainnya.
Hal tersebut diungkapkan Andi Agussalim saat ditemui di sela-sela waktu mengajarnya di FBS UNM Parangtambung, Jumat, 6 Desember 2019.
“Konten tersebut saya buat sendiri dan tanpa melalui proses editing dari editor ataupun dapur rekaman, tapi itu alami dengan merekam secara sedikit demi sedikit, hingga akhirnya saya rampungkan dengan bungkusan ala kadarnya,” katanya.
- OJK Sulselbar Buka Akses Magang bagi Mahasiswa FBS UNM
- Buku Bahasa Makassar Karya Prof Kembong Guru Besar FBS UNM, Resmi Diterbitkan Yudhistira
- FBS UNM Perluas Program Studi, Humas dan Komdigi Jadi Andalan Baru
- Pendaftaran Pascasarjana UNM Gelombang 2 Dibuka hingga 10 April 2026
- Perkuat Kolaborasi Akademik, FBS UNM dan TIEC Indonesia Jalin Kerja Sama Strategis
Channel YouTubenya tersebut telah mendapatkan perhatian baik di tingkat nasional, kalangan-kalangan masyarakat Bugis, maupun masyarakat lainnya yang penasaran dengan keindahan lagu Bugis tempo dulu, yang hampir tertinggalkan dengan ketatnya persaingan zaman.
“Setelah saya bangun channel tersebut saya telah mendapatkan perhatian publik melalui YouTube dengan mendapatkan subscribe kurang lebih 20 ribu, dan telah mendapatkan penonton dari beberapa kalangan negara. Bahkan saya telah mendapatkan undangan internasional untuk membawakan lagu Bugis dengan khas kecapi dan mereka mempelajari budaya tersebut,” jelasnya.
Andi Agussalim mengaku, jika dirinya membuat konten itu berawal dari karena hobinya dalam dunia musik, dan juga hobi dalam hal menyanyi.
Namun, tujuan utamanya bukan mendapatkan pujian ataupun rupiah dari konten tersebut, tapi bagaimana konten itu dapat bermanfaat bagi orang lain.
“Tujuan utama saya bagaimana dengan konten ini bisa berguna bagi orang lain, sehingga orang yang mungkin lupa ataupun tidak pernah mendengarkan dengan budaya-budaya dulu, bisa merasakan karismanya melalui konten tersebut, dan terpenting bisa tersebar ke seluruh pelosok negeri,” ujarnya.
Dirinya sendiri berharap, ke depan pemuda-pemuda di masa yang akan datang dapat terus mengembangkan budaya Bugis Makassar ini, dan terpenting bagaimana bangga dengan budaya yang kita miliki.
“Tidak sedikit loh masyarakat internasional melirik budaya-budaya tersebut, dan saya pikir itu mendapatkan perhatian besar, dan terpenting bagaimana kita bersama-sama mempertahankan hal itu,” ajak Andi Agussalim.
Andi Agussalim mengungkapkan jika dirinya juga banyak menyalurkan bakat tersebut di dunia kampus, dengan melalui pelatihan kepada para siswa dalam bentuk karya seni.
“Saya juga selain mengajar di bangku kampus, berintraksi dengan mahasiswa melalui pelatihan non formal, atau melalui organisasi-organisasi seni dan musik di UNM,” tutur dia.
Sekedar diketahui, Andi Agussalim menyelesaikan studinya dalam beberapa bidang, diantaranya pada pendidikan strata satu di Jurusan Karya Seni IKIP Yogyakarta, strata dua di Jurusan Ilmu Humaniora Universitas Gajah Mada, dan strata tiga di Jurusan Ilmu Susastra Universitas Indonesia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
