Terkini.id, Makassar – Dosen Indonesia semesta yang sebelum ini dinamakan dengan forum dosen Indonesia mengapresiasi keputusan bersama menteri terkait dengan penyelenggaraan pendidikan semester yang akan datang.
Sebagaimana disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, menteri dalam negeri, dan juga Menteri Kesehatan bahwa penyelenggaraan semester yang akan datang sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah daerah dan Kantor Wilayah Kementerian Agama.
Sehubungan dengan itu, di tempat terpisah Dosen Indonesia Semesta (DIS) menyampaikan apresiasi dan juga catatan terkait dengan keputusan ini. Jumat 20 November 2020.
Empat menteri terkait mengemukakan perlunya mendengar suara komite sekolah dan orang tua.
“Ini perlu dijadikan catatan oleh pemerintah daerah dan Kantor wilayah Kementerian Agama,” kata Ismail Suardi Wekke, pengurus Dewan Pimpinan Pusat Dosen Indonesia Semesta.
- FKG PAI TK Jeneponto Tunjukkan Kepedulian, Kunjungi dan Bantu Korban Kebakaran
- Talk Show Pendidikan KNPI Makassar Angkat Dekolonisasi, Dorong Integrasi Pengetahuan Lokal di Sekolah
- Menyorot Tindak Lanjut Kasus MBG di Jeneponto, SPPG yang Diduga Dikelola Oknum Anggota DPRD Ditutup
- Pemkot Makassar Perkuat Ketahanan Pangan, Dorong Sinergi Nasional di Tengah Tantangan Global
- Gema Haji 2026, Bank Sulselbar Dorong Perencanaan Haji Sejak Dini
Walaupun disampaikan bahwa ada kualitas yang menurun dalam proses pendidikan belajar dari rumah, namun murid dan siswa justru menguasai keterampilan yang lain selama pandemi.
Keterampilan yang dimaksud adalah penggunaan fitur-fitur teknologi informasi, begitu pula terkait dengan pembelajaran campuran jikalau mendapatkan bimbingan dari orang tua.
Namun, terkait dengan ini tidak serta merta semua pemerintah daerah akan membuka sekolah. Daerah-daerah yang memang memungkinkan untuk tetap belajar daring, menjadi ajang berlatih dalam menggunakan media pembelajaran daring.
“Tidak juga sepenuhnya bahwa belajar daring itu tidak berkualitas,” kata Ismail.
Justru dengan adanya teknologi informasi, banyak hal yang tidak bisa dilakukan dengan pembelajaran yang hanya dengan ceramah saja.
Ismail mengemukakan bahwa selama ini program pembelajarn daring tidak terlaksana karena disampaikan melalui luring.
“Sekaligus ini kesempatan meningkatkan kapasitas guru dan dosen,” tutup Ismail yang juga dosen di IAIN Sorong.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
