Dosen Senior London School: Pileg 2019, Momentum Kebangkitan Kaum Perempuan di Parlemen

Dosen Senior London School: Pileg 2019, Momentum Kebangkitan Kaum Perempuan di Parlemen

FD
Fachri Djaman
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 harus dijadikan sebagai momentum kebangkitan bagi kaum perempuan dalam berperan aktif mendukung anggota parlemen perempuan.

Hal itu disampaikan Dosen Senior London School of Public Relation Jakarta Ahmed Kurnia S, di Forum Partisipasi Pemilih Pemula dan Perempuan yang digelar Kementerian Komunikasi (Kominfo) RI bekerjasama dengan KPU dan Universitas Hasanuddin (Unhas), Rabu 20 Maret 2019, di Auditorium Baruga Unhas.

“Saat kaum perempuan itu bangkit dan produk legislasi perlu aspirasi kaum perempuan,” ujar Ahmed Kurnia.

Menurutnya, keterwakilan kaum perempuan saat ini sangat minim, yakni di bawah 15 persen. Padahal kuota parlemen perempuan sebanyak 30 persen dari total seluruh anggota legislatif.

Tentunya hal ini, kata Ahmed, sangat memprihatinkan di saat jumlah pemilih perempuan lebih banyak dibanding laki-laki.

Baca Juga

“Keterwakikan di parlemen meningkat saat ini kurang lebih 15 persen kita harus tingkatkan lebih dari 20 persen,” katanya.

Pemilih perempuan lebih banyak dibanding pria

Lanjut Ahmed memaparkan, berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara Pilkada Serentak 2018, pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, angka rata-rata partisipasi masyarakat mencapai 72,66 persen.

“Terhitung partisipasi laki-laki mencapai 69,90 persen dan perempuan 75,93 persen,” terangnya.

Sedangkan dalam partisipasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, kata dia, mencapai angka 75,56 persen dengan angka partisipasi perempuan 77,68 persen, dan partisipasi laki-laki hanya 73,46 persen.

“Data KPU juga menyebutkan partisipasi publik di tingkat kota mencapai 73,82 persen suara dengan persentasi laki-laki 70,76 persen dan partisipasi perempuan 76,90 persen,” ujarnya.

Dia berharap, di tahun-tahun berikutnya pemilih perempuan dapat terus mendukung parlemen perempuan. Adanya dukungan kuat akan membuat produk legislasi semakin menjadi lebih baik bagi kaum perempuan.

“Jumlah pemilih perempuan lebih banyak dari pemilih pria, sudah saatnya perempuan aktif memilih dan memilih wakilnya di parlemen,” pungkasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.