Ismail Bachtiar, Anak Muda Asal Bone yang Lolos ke DPRD Sulsel Tanpa Baliho

Ismail Bachtiar lolos bukan karena baliho dan ‘serangan fajar,’ tetapi karena berbagai upaya gigihnya membantu banyak orang; mendirikan sekolah tahfidz hingga menyekolahkan orang tidak mampu.

Terkini.id, Makassar – Ismail Bachtiar, menjadi perbincangan ramai di sosial media karena menjadi salah satu anak milenial yang sukses lolos meraih kursi di DPRD Sulawesi Selatan.

Caleg Minelial ini maju di Daerah Pemilihan VII Sulawesi Selatan lewat Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dia sukses meraih 16 ribu suara tanpa menyebarkan baliho.

Kesuksesan Ismail Bachtiar diceritakan Cawapres Sandiaga Uno.

“Dia sukses meraih 16 ribu suara tanpa menyebarkan baliho. Apalagi menyogok dengan uang macam ‘serangan fajar’,” tulis Sandiaga Uno.

Satu dari 7 Caleg yang Lolos

Dari hasil pemantauan situng KPU (kpu.go.id) dengan suara terinput sudah mencapai lebih dari 99 persen, Ismail Bachtiar dipastikan bakal lolos bersama 7 Caleg yang berhasil menduduki kursi DPRD Sulawesi Selatan.

Dengan melihat selisih suara dari bilangan pembagi untuk Partai Politik (Parpol), berikut pemilik 7 kursi di Dapil VIII DPRD Sulsel:

  1. Andi Izman Maulana Padjalangi (Golkar)
  2. Andi Mangunsidi (Gerindra)
  3. Andi Irwandi Natsir (PAN)
  4. H Muhammad (Nasdem)
  5. Andi Putra Batara Lantara (PDI Perjuangan)
  6. Ismail Bahctiar (PKS)
  7. Syahrir (Demokrat)

Anak Mantan Satpam Pabrik Gula

Siapa Ismail Bachtiar? Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin ini diketahui punya sejumlah prestasi dan pengalaman di luar kuliah.

Dia sebelumnya mendirikan Sekolah tahfidz di Makassar dan merupakan pendiri Rektor Institute untuk memberangkatkan pelajar Indonesia menimba ilmu ke luar negeri.

“Ismail adalah anak dari seorang pensiunan Satpam pabrik gula di Bone yang kisah hidupnya menginspirasi kita semua,” kata Sandi.

Usianya baru 25 tahun. Ismail pernah mendapat beasiswa pelajar miskin berprestasi dari Universitas Hassanuddin.

Jualan Es Teler

Sembari kuliah, Ismail juga disebut pernah berjualan es teler untuk menghidupi kesehariannya.

Berkat kepintaran dalam akademis dan kecerdasannya melihat peluang usaha, Ismail pun berhasil membuat agency kursus private yang dinamakan Rektor Institute.

Di daerahnya, di Bone, pemuda ini mendirikan perusahaan minyak, air minum kemasan untuk keluarganya dan membuat gerakan membantu Masjid. Dia sudah membuka lapangan kerja lebih dari 100 orang.

“Saya merinding ketika ia berkata bahwa saya lah yang menginspirasinya untuk memberanikan diri memulai usaha di 2012. Pertemuan ini bukan hanya moment yang tak disangka-sangka untuknya, tapi juga untuk saya. Inilah generasi penerus bangsa kita. Orang yang bukan hanya bekerja keras, tapi juga kerja cerdas, dan kerja ikhlas,” terang Sandi.

Ismail diketahui bekerja bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga memberikan banyak manfaat untuk orang lain.

“Harapan saya Ismail dapat menginspirasi anak-anak muda lainnya agar bisa menjadi orang sukses, dan bisa menjadi penerus bangsa yang punya kepedulian terhadap rakyat kecil,” teran Sandi.

Rajin Tahajjud

Ismail pada 2017 pernah dinobakan sebagai pengusaha berbasis syariah terbaik di Kawasan Timur Indonesia versi Bank Indonesia.

Kepada terkini.id beberapa waktu lalu, Ismail mengungkapkan beberapa prinsip penting selama dia membangun usaha, seperti Rektor Institute.

Kata Ismail, usahanya itu tidak hanya mengejar keuntungan semata. Tetapi harus ada misi membenahi karakter penerus bangsa.

“Dalam menjalankan usaha, kami rutin puasa senin kamis. Ada juga program salat dhuha dan tahajjud bagi karyawan yang bermalam di kantor,” kata Ismail, sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas.

Rektor Institute juga memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR). Memberikan beasiswa bagi mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Membayarkan SPP mahasiswa tidak mampu.

Rektor Institute juga mengajar anak-anak putus sekolah.

“Kami juga ada program Rumah Tahfidz, juga memberikan uang bulanan SPP dan asrama,” katanya.

Rektor Institute tidak hanya beroperasi di Makassar. Ismail telah membuka cabang di Pulau Jawa. “Tidak lama lagi juga akan ada kantor perwakilan di Tiongkok,” kata Ismail.

Komentar

Rekomendasi

Kenapa Perayaan Valentine Sering Dikaitkan Dengan Seks Bebas, Ini Penjelasan Dosen Sosiologi

Mantan Rektor Unhas Prof Dr Radi A Gany Tutup Usia

Viral, Pengusaha Ini Disebut Beri Uang Panaik Rp3 Miliar

Iwan Nursyah Sangat Rindu Ingin Jumpa Ibunya di Bulukumba, Tapi Tak Bisa

Ini Ancaman Sanksi Bagi Penumpang yang Buka Jendela Darurat Wings Air

Perhatian, Berikut Prakiraan Cuaca Pulau Sulawesi Minggu, 9 Februari 2020

Cek Prakiraan Cuaca Pulau Sulawesi Hari Ini, 8 Februari 2020

Prakiraan Cuaca Pulau Sulawesi Hari Ini Jumat, 7 Februari 2020

Pengumuman Penetapan Hasil Seleksi Tertulis CAT Calon PPK KPU Makassar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar