PDIP Sebut Suara Partainya Hilang di Dapil Sulsel 4

Dua Caleg DPRD Sulsel Dapil 4, Syamsuddin Karlos (PAN) dan Alimuddin (PDIP). /Nasruddin

Terkini.id — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengajukan gugatan sengketa Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Sekretaris DPD PDIP Sulsel Rudy Pieter Goni mengatakan, partainya mengajukan gugatan karena diduga adanya penggelembungan suara ke partai lain.

Sehingga PDIP kehilangan suara untuk Pileg DPRD Sulsel Dapil 4 yang meliputi Kabupaten Jeneponto, Bantaeng dan Selayar.

“Partai dalam mengajukan kasus ke MK, pasti memperhatikan segala aspek. Termasuk alat bukti C1 dan lainnya,” kata Rudy Pieter Goni, Senin 27 Mei 2019.

Gugatan tersebut membuat Caleg PAN DPRD Sulsel Dapil 4, Syamsuddin Karlos tersinggung, namun menurut Rudy, tidak ada maksud untuk menuduh Caleg lain.

“Kami tidak menuduh saudara Karlos. Tapi data kami ada pengurangan suara PDI Perjuangan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Calon Legislatif (Caleg) petahana PAN DPRD Sulsel Dapil 4, Syamsuddin Karlos mempersilahkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggugat sengketa Pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK)

“Gugatan ke MK itu salah satu bentuk konstitusi, jadi sudah tepat kalau dia melakukan gugatan ke MK,” kata Karlos di temui di Fraksi PAN DPRD Sulsel, Senin 23 Mei 2019.

PAN dan PDIP di Dapil 4 berebut kursi terakhir dari tujuh kuota kursi. Di Dapil tersebut PAN memperoleh 25.158 suara dan Syamsuddin Karlos di internal meraih suara terbanyak yakni 14.286 suara.

Sedangkan PDIP meraih 24.632 suara, Alimuddin meraih suara terbanyak di internal yakni, 12.714 suara. Namun kekalahan PDIP disebabkan adanya dugaan penggelembungan suara pada Pemilu Legislatif tahun ini.

“Katanya saya menambah suara di Jeneponto 300 suara, Bantaeng 300 suara dan Selayar 50 suara. Saya tegaskan tidak melakukan itu, saya berani bersumpah,” tegas Karlos.

Berita Terkait
Komentar
Terkini