Dosen Unhas Ini Seru Ilmuan Tidak Pelit Berbagi Data

Ilustrasi Terkini.id / Yunus

Terkini.id, Makassar – Dosen Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Andi Ahmad Yani menyerukan kepada para ilmuan, selayaknya saling bekerjasama dalam mengeksplorasi berbagai fenomena alam dan sosial untuk kemaslahatan semua makhluk.

Salah satu bentuk kerjasama tersebut dilakukan dengan membuka data hasil riset yang telah dilakukan oleh peneliti. Dengan demikian maka ilmuan lain dapat mengakses dan menggunakan data hasil penelitian koleganya — meski tidak harus saling kenal — untuk pengembangan penelitian dengan perspektif atau pendekatan yang berbeda.

“Sebagai misal data riset kedokteran kemudian dimanfaatkan oleh peneliti antropologi atau sebaliknya,” kata Yani dalam tulisannya, Sabtu 16 Februari 2019.

Selain kepentingan membuka peluang untuk pengembangan data, “open data” juga dimaksudkan untuk memastikan bahwa hasil riset yang dipresentasikan tidak berdasarkan data rekaan semata.

Saat ini, sebagian besar jurnal internasional bereputasi mewajibkan penulisnya utk melampirkan datanya untuk memastikan bahwa naskah yang ditulis betul-betul berdasarkan hasil olahan data yang benar.

“Bukan rekayasa,” ungkap Yani.

Namun demikian, tidak semua data harus dibuka seluas-luasnya. Kadangkala ada beberapa data yang harus tetap ditutup untuk kepentingan kerahasiaan data personal informan atau responden. Atau alasan keamanan.

Bagi sebagian peneliti Indonesia, membuka data mentah adalah hal yang tabu. Ada ketakutan klaim sepihak dari orang lain yang akan menggunakan data kita tanpa memberikan pengakuan kredit kepemilikan yang sebenarnya.

Padahal, jika sebuah data  tidak dipublikasi sejak awal maka tidak akan ada bukti siapakah sebenarnya pemilik data sebenarnya. Saat ini semua hal dapat ditracking melalui internet. Tentu saja kita sekedar asal-asalan mempublikasi data hasil riset kita.

“Sebaiknya data riset dibuka pada domain-domain tertentu yang dapat menjamin kepemilikan data tersebut,” ungkap Yani.

Saat ini ada dua domain/website besar yang menyediakan _open data science_ yang memungkinkan mempublikasi data tanpa harus khawatir akan diklaim sepihak kepemilikannya. Kedua domain tersebut adalah:

Dengan membuat akun di domain tersebut, maka akan menjadi dasar legal bahwa kita (dan kolega yang terlibat) menjadi pemilik data tersebut.

Setiap data yang diunggah akan mendapatkan nomor DOI dan saran pengutipan jika akan menggunakan data tersebut.

Jenis data yang bisa diunggah

Jenis data yang bisa diunggah bisa dalam bentuk apa saja. Misalnya: rekaman wawancara, data dalam berbagai bentuk aplikasi. Seperti Excel, SPSS, film, musik, atau foto.

Dengan demikian, data tersebut dapat dideteksi sebagai karya kita dan dapat dimanfaatkan oleh para ilmuan lain,” kata Yani.

Pemakaian data kita tanpa menulis sumber kutipan akan bisa diklaim sebagai plagiasi. Dengan kata lain, data kita akan lebih aman dan juga bisa lebih berfaedah untuk orang lain.

“Insya Allah menjadi amal jariyah, amin,” kata Yani.

Untuk mengunggah data ke open domain, sebaiknya kita mengingat beberapa syaratnya yang dikenal dengan FAIR atau _findable_ (mudah didapat), _accessible_ (mudah diakses), _interoperable_ (mudah dibaca), dan _reusable_ (mudah dimanfaatkan kembali).  

Silahkan pelajari sendiri bagaimana prinsip2 FAIR tersebut. Salah satunya dengan membaca tautan berikut:

Selamat membagi data dan semoga menjadi ladang amal jariyah,” ujar Yani.

Berita Terkait
Komentar
Terkini