Terkini.id, Jakarta – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite membuat ketua DPR RI, Puan Maharani meminta pemerintah untuk memasifkan sosialisasi terhadap program BBM bersubsidi dan segera menyiapkan rencana cadangan untuk hadapi penyaluran BBM bersubsidi.
Ia mengatakan bahwa konsumsi pertalite yang tinggi diakibatkan oleh ditiadakannya premium. Kelangkaan ini pun perlu disikapi dengan penambahan anggaran BBM bersubsidi agar rakyat tidak perlu lagi merogoh kantongnya lebih dalam lagi.
“DPR berharap pemerintah bergerak cepat menyiapkan rencana cadangan saat kuota pertalite benar-benar kritis,” ujar Puan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 11 Agustus 2022, dikutip Terkini.id dari Antara.
Dia juga menjelaskan bahwa situasi kelangkaan BBM ini akan memberatkan masyarakat kecil, utamanya yang mata pencariannya sangat bergantung pada pertalite. Hal ini menyebabkan diperlukannya langkah luar biasa untuk mengatasinya.
Menurut Puan, anggaran pendapatan belanja negara (APBN) sendiri sudah tersedot hingga 502 triliun rupiah untuk subsidi BBM. Jumlah tersebut bahkan terancam bertambah karena angka konsumsi pertalite yang diprediksi akan bertambah. Ia pun mendorong agar program pembatasan pembelian BBM bersubsidi cepat dilakukan.
- DPR Siap Laksanakan Putusan MK Terkait Sistem Pemilu
- Puan Ucapkan Sehat Terus ke SBY, Begini Komentar AHY
- Ungkap isi Pembicaraan Mega-SBY di Momen KTT G20, ini Kata Puan Maharani
- Hendak Buktikan Diri Sebagai Politisi yang Diakui, Puan Maharani Rengkuh Gelar Doktor Honoris Causa di Korea Selatan
- Survei Buktikan Elektabilitas Puan Maharani Hanya 2 Persen
“Agar tidak semakin memberatkan APBN tapi juga tetap bisa digapai masyarakat menengah ke bawah, pembatasan pembelian BBM bersubsidi bisa menjadi solusi yang baik,” ujar ketua DPR RI periode 2019-2024 tersebut.
Dia juga meminta pemerintah agar bekerjasama dengan pemangku kebijakan terkait memasifkan kegiatan sosialisasi Program Subsidi Tepat Sasaran dan segera perlu mengeluarkan aturan terkait pembatasan BBM bersubsidi tersebut.
Menurutnya, lewat langkah tersebut, subsidi dari pemerintah, termasuk alokasi tambahan anggaran dapat tepat sasaran diberikan kepada masyarakat yang berhak.
Kelangkaan BBM jenis pertalite sendiri sudah menjadi isu yang hangat diperbincangkan. Tidak jarang, antrian kendaraan dapat terlihat di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
“Tentunya, ini akan memberatkan masyarakat kecil, terutama yang mata pencariannya sangat bergantung pada BBM jenis pertalite. Perlu ada langkah luar biasa untuk mengatasi kritis pertalite,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
