Terkini, Kendari — Komisi X DPR RI melakukan peninjauan langsung kesiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi Sulawesi Tenggara melalui kunjungan kerja spesifik bidang statistik yang digelar di Aula Lantai IV Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara, Rabu 1 April 2026.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan daerah dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sekaligus memperkuat implementasi sistem statistik nasional di daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa ketersediaan data statistik yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi merupakan kunci utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, data statistik bukan sekadar angka, tetapi menjadi fondasi utama dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan program, hingga evaluasi kebijakan pemerintah.
“Data statistik bukan hanya angka, tetapi menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Karena itu, kita harus memastikan data yang dihasilkan benar-benar akurat, mutakhir, dan terintegrasi,” ujar Andi Sumangerukka dalam sambutannya.
- Gubernur Sulsel Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 3, 270 Siswa Siap Wujudkan Mimpi
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Optimalkan Distribusi BBM, Pastikan Pasokan Energi Tetap Aman
- Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Bright Gas di Sulawesi, Berlaku Mulai 14 Juli 2026
- Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Bright Gas di Sulawesi, Berlaku Mulai 14 Juli 2026
- Kupas Tuntas Problematika Pernikahan, 250 Umat Padati Seminar Evangelisasi MBA KAMS
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Komisi X DPR RI yang dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat tata kelola statistik sektoral di daerah serta meningkatkan koordinasi antara pemerintah daerah dan Badan Pusat Statistik.
Tantangan Pengelolaan Statistik di Daerah
Meski demikian, Gubernur mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam penyelenggaraan statistik di daerah.
Beberapa di antaranya adalah implementasi regulasi yang belum sepenuhnya optimal, koordinasi antar instansi yang masih perlu diperkuat, serta sistem informasi statistik yang belum terintegrasi secara menyeluruh.
“Kita harus memastikan sinkronisasi dan integrasi data sektoral berjalan baik agar tidak terjadi perbedaan data maupun duplikasi. Penguatan sistem informasi statistik menjadi kebutuhan mendesak ke depan,” tegasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
