Dr. Syaifuddin: makin banyak karya ilmiah yang dihasilkan, maka makin tinggi juga kompetensi diri dan berdampak pada reputasi institusi

Publikasi ilmiah dalam jurnal bereputasi internasional sudah menjadi kewajiban dan tuntuan dari pemerintah yang harus dipenuhi oleh setiap Dosen. Hal ini sebenarnya sudah sejalan dengan tridharma perguruan tinggi, khususnya unsur penelitian. Kewajiban penelitian dan publikasi ilmiah sudah jadi bagian dari setiap proses kenaikan jabatan fungsional akademik.

Untuk mendorong dosen dan PLP dalam meningkatkan penulisan karya ilmiah, maka Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, menyelenggarakan workshop publikasi jurnal internasional bereputasi selama 2 hari dimulai tanggal 10 sampai 11 Februari, bertempat di Hotel Remcy Makassar. Senin (10/02/2020).

Drs. Aminuddin Saade, M.Si selaku ketua panitia pelaksana, menyampaikan dalam laporannya bahwa peserta yang ikut dalam Hak Kekayaan dan Intelektual dan Publikasi Jurnal Internasional sebanyak 68 orang.

Direktur Polbangtan Gowa, Dr. Ir. Syaifuddin, MP, membuka secara langsung workshop publikasi. Dikatakannya bahwa kegiatan workshop ini akan melahirkan berbagai tulisan karya ilmiah yang bersifat “Jurnal Internasional”. Diharapkan ke 68 dosen, calon dosen, PLP dan calon PLP Polbangtan Gowa serius dan aktif dalam menerima materi dari para narasumber,” tegasnya.

Publikasi adalah upaya untuk menyebarluaskan hasil pemikiran baik dalam bentuk penelitian atau hal lainnya. Makin banyak karya ilmiah yang dihasilkan, maka makin tinggi juga kompetensi diri yang dimiliki sehingga berdampak juga pada reputasi institusi,” pungkas Dr. Syaifuddin dalam arahannya.

Selain itu Syaifuddin menjelaskan bahwa tantangan di era global yang menuntut kreativitas literasi para dosen dan mahasiswa untuk bisa terus berkarya dan mampu bersaing dalam penulisan artikel di Jurnal terindeks dan mampu mempublikasikan di wadah yang tepat. Program Hak Cipta Kekayaan Intelektual (HaKI) bertujuan memfasilitasi dosen dan mahasiswa dalam proses membuat hak cipta terhadap karya ilmiah dan buku yang diteliti.

Zulfikar Sallu sebagai pemateri pertama menyampaikan tentang hak Kekayaan Intelektual seyognya menghasilkan produk intelektual yang bermartabat tinggi. Kekayaan intelektual atau hak kekayaan intelektual merupakan hak yang timbul dari hasil olah pikir yang menghasilkan produk atau proses yang berguna untuk manusia.

Sejumlah materi yang akan disajikan dalam workshop ini sebagai bagian dalam menyiapkan bahan tulisan untuk kemudian dipatenkan sebagai pemilik dan selanjutnya diterbitkan dengan tetap memperhatikan kaidah-kaidah penulisan artikel ilmiah. (MUZ).

Komentar

Rekomendasi

Tim Satgas Unhas Bikin Pusat Informasi Covid-19

Lawan Corona, Mahasiswa KKN UINAM di Bulukumba Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Cegah Corona, Mahasiswa KKN UINAM Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Desa Datara Gowa

Begini Cara Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Isi Waktu Saat di ‘Rumah Saja’

Makin Mewabah, Polbangtan Gowa Lakukan Pemeriksaan Suhu Tubuh Di Gerbang Masuk Area Kampus

Mahasiswa UINAM Terpaksa Kuliah Online karena Wabah COVID-19

Direktur Polbangtan Gowa Bagi-bagi Masker, Vitamin Sekaligus Makan Bubur Kacang Ijo & Sarabba Bareng THL, Satpam dan Supir

Alumni FKG Unhas Sumbang Chamber Sterilizer untuk Rumah Sakit Sayang Bunda

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar