Terkini.id, Soppeng – Dua rumah hanyut di kelurahan Lompo, Kecamatan Lalabata, kabupaten Soppeng diduga kesalahan teknis proyek pekerjaan bendungan sungai Cabbue.
Hal tersebut diungkap Laupe, salah satu korban rumah hanyut. Dia mengatakan, rumahnya hanyut karena kesalahan teknis para pekerja proyek bendungan.
Dia menjelaskan bahwa pintu atau penahanan air yang berada di tengah sungai tersebut tidak di buka saat hujan melanda kabupaten Soppeng.
Lanjut dia, pihaknya juga sudah sering kali menyampaikan kepada pekerja proyek agar penahan air tersebut dibuka, akan tetapi pihak pekerja mengabaikan hal tersebut,sehingga air bah langsung menyapu bersih rumah laupe dan tetangganya .
“Ditutup sungai besarnya yang kerja bendungan, baru air dialirkan ke sungai kecil, setiap hujan kita minta penahan airnya dibuka tapi tidak pernah natanggapiki,” ujarnya.
- Banjir Bandang Cicurug: 12 Rumah Hanyut dan 85 Lainnya Terendam Lumpur
- Sulsel Masih Waspada Hujan Deras dan Angin Kencang: Dua Tewas, Jembatan Rusak
- Banjir di Soppeng, Satu Warga Tewas Terseret Arus
- Baru Selesai Dibangun, Rumah Fitra Hanyut Terseret Banjir di Soppeng
- Rumah Hanyut di Soppeng, Tetangga: Akan Gelar Syukuran Besok
Pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng itu mengungkap saat ini dirinya telah diungsikan di Hotel Ompo Soppeng bersama korban rumah hanyut lainnya.
” Sejak kejadian tersebut,pemerintah langsung mengungsikan Kami di hotel sekitar rumah kami,” ungkapnya.
Dia juga berharap pihaknya minta pelaksana proyek bendungan agar hal tersebut dibicarakan dengan baik demi mendapat solusi apa yang telah terjadi beberapa waktu lalu.
” Harapan saya ini bicarakan baik-baik,apa mau bantu saya atau tidak, karna sy tidak menuntut apa-apa, masa orang jauh datang mengunjungi kita sementara kamu tidak,” harapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
