Dugaan Pungli, Warga Desak Bupati Jeneponto Berhentikan Plt Lurah Bontorannu

Ratusan masyarakat kembali serunduk kantor Bupati Kabupaten Jeneponto, jalan Lanto Daeng Pasewang Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu Jeneponto,,Kamis, 5 Agustus 2019

Terkini.id,Jeneponto – Ratusan masyarakat kembali serunduk kantor Bupati Kabupaten Jeneponto, jalan Lanto Daeng Pasewang Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu Jeneponto, Kamis, 5 Agustus 2019.

Ratusan warga yang menggelar unjuk rasa tersebut tergabung dalam gerakan masyarakat Bontorannu demi perwujudan tatanan pemerintahan yang efektif, etisien dan berkeadilan.

Pengunjuk rasa menyeruduk Kantor Bupati Jeneponto untuk menyampaikan aspirasinya terkait langkah yang diambil oleh pelaksana tugas kepala Kelurahan Bontorannu Kecamatan Bangkala Jeneponto yang memberhentikan Kepala Lingkungan dengan alasan yang tidak jelas.

Penanggungjawab aksi Amrullah, menyampaikan, Bupati Jeneponto seharusnya bersikap bijak dan tegas.

“Plt Kepala Kelurahan Bontorannu, saudara Muslimin Roa telah merusak tatanan pemerintahan di Kelurahan Bontorannu,” ungkapnya.

Masih kata Amrullah, Muslimin telah melakukan pencopotan kepala lingkungan tanpa alasan yang jelas, hanya karena kepala Lingkungan tidak mengikuti kebijakan Plt Lurah.

“Hal itu tidak diikuti Kepala Lingkungan karena menganggap kebijakan akan meresahkan masyarakat, “lanjut Amrullah.

Pengunjung rasa pun mendesak Bupati Jeneponto untuk memberhentikan Muslimin Roe sebagai Plt Kepala Kelurahan Bontorannu.

“Kami mendesak Bupati Jeneponto agar memberhentikan Muslimin Roa sebagai PIt Lurah Bontorannu, kerena telah merusak tatanan pemerintahan dengan diduga  melakukan praktek pungli  terhadap masyarakat,” tegasnya.

Plt Kepala Kelurahan Bontorannu, Muslimin Roa diduga telah menargetkan pembayaran pengurusan surat-surat di kantor Kelurahan Bontorannu.

“Sejak ditunjuk pelaksana tugas, Plt Lurah Bontorannu melakukan pelayanan dengan memungut biaya yang telah dia tetapkan, seperti izin pesta, surat keterangan usahan dan apapun yang diurus masyarakat harus bayar,” jelas salah seorang masyarakat yang turut ikut berunjuk rasa

Berita Terkait
Komentar
Terkini