Masuk

AS Tolak Hadir di G20 Indonesia Jika Rusia Tetap Ikut

Komentar

Terkini.id, Jakarta – AS mengancam tidak akan hadir pada perhelatan G20 di Indonesia jika Rusia tetap terlibat. Perhelatan G20 tingkat menteri akan dilaksanakan pada April 2022.

Sementara itu, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 akan digelar pada November 2022. Presiden AS, Joe Biden, mengatakan secara tegas tentang sikap yang akan diambil terkait perhelatan G20.

AS bersedia hadir di G20 Indonesia asal Rusia tidak ada. Biden mengatakan pihak Rusia tidak pantas menghadiri G20. Alasan sikap Biden tersebut didasari oleh invasi militer Rusia ke Ukraina. 

Baca Juga: Kasus Pencabulan Pegawai Toko di Tambora Jakarta Barat, Berakhir Damai

Hal itu dipertegas dengan pernyataan Menteri Keuangan AS, Janet Yellen. Selain menyetujui Biden, Yellen mengatakan bahwa Rusia harus dikeluarkan dari keanggotaan G20.

Tidak hanya itu, Yellen berpendapat bahwa Rusia perlu hengkang dari berbagai lembaga internasional utama. Yellen berharap bahwa pihak Indonesia bisa memahami sikap AS ini.

Dilansir dari kumparan.com pada Kamis 7 April 2022, Indonesia memilih tidak merespon pernyataan pihak AS secara resmi. Jubir Kemlu Indonesia, Teuku Faizansyah, mengatakan bahwa tidak semua hal perlu dikomentari.

Baca Juga: Putin Sebut Xi Jinping Sebagai Sahabat Terkasih dan Berharap Berkunjung ke Moskow

Sikap AS dianggap sebagai bagian dari dinamika yang terus berkembang selama proses menuju G20. Faizansyah juga menegaskan bahwa Indonesia akan fokus pada acara G20 dan tidak berpihak pada negara manapun.

Sikap Indonesia netral sehingga tidak melakukan penolakan kehadiran Rusia meski AS sudah melakukan ancaman. Kendati demikian, Indonesia tetap mengupayakan agar G20 berlangsung secara sukses. 

Upaya yang dilakukan salah satunya yaitu dengan membuka komunikasi dengan berbagai mitra G20 termasuk di tingkat kementrian. “Keputusan yang kami lakukan sudah sesuai dengan langkah-langkah presidensi terdahulu,” ujar Faizansyah.

Undangan untuk seluruh anggota negara G20 telah disebarkan. Meski AS telah membuat pernyataan tegas, Faizansyah menjelaskan bahwa Indonesia tetap mengharapkan kehadiran semua anggota negara pada penyelenggaraan G20 mendatang.