Dukung Komplek DPR Jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19, Mustofa Nahra: Fraksi yang Gak Setuju Umumkan

Dukung Komplek DPR Jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19, Mustofa Nahra: Fraksi yang Gak Setuju Umumkan

R
Resty

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya mendukung saran agar kompleks DPR dijadikan Rumah Sakit Darurat untuk pasien Covid-19.

Mustofa Nahra menilai bahwa memang seharusnya komplek DPR digunakan untuk kepentingan rakyat.

Adapun bagi fraksi yang tidak menyetujui usulan ini, Mustofa meminta agar nama partai mereka diumumkan.

“Iya bener. Komplek DPR RI itu luas. Banyak ruangan uang hisa dimanfaatkan untuk pasien Covid,” katanya melalui akun twitter TofaTofa_id pada Sabtu, 10 Juli 2021.

“Apalagi label ‘Rakyat’ di sana. Sebaiknya dipakai aja. Bagi fraksi  yang enggak setuju, langsung aja diumumkan nama-namanya,” lanjutnya.

Baca Juga

Sebelumnya, Partai Demokrat menyarankan agar komplek DPR dan MPR dimanfaatkan sebagai Rumah Sakit Darurat.

Hal itu awalnya disampaikan anggota DPR fraksi Partai Demokrat, Benny K Harman melalui akun twitternya.

“Kalo memang rumah sakit sudah penuh sehingga banyak pasien Covid terlantar dan harus tunggu antri berjam-jam, sebaiknya halaman dan gedung DPR/MPR dijadikan rumah sakit darurat,” katanya pada Jumat, 9 Juli 2021.

“Untuk keselamatan rakyat, keselamatan dan kesembuhan pasien Covid. Ada pendapat lain?” tambahnya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief juga menyampaikan usulan tersebut.

Andi Arief juga menyampaikan harapan agar fraksi-fraksi lain menyetujui usulan tersebut.

“Fraksi Partai Demokrat mempersilahkan halaman dan gedung DPR/MPR dijadikan rumah sakit darurat penanganan covid,” kata Andi Arief.

“DPP Partai Demokrat mendukung upaya ini. Mudah-mudahan Partai lain juga setuju,” tambahnya.

Adapun di kolom komentar Mustofa Nahra, nampak ada netizen yang setuju, namun juga ada yang tak setuju.

“Toh selama ini DPR belum ada kontribusi untuk bela rakyat. Saatnya sekarang bantu rakyat dengan menjadikan gedung DPR tempat isoma dan ruang perawatan penderita covid,” kata CongPadi.

“Hotel-hotel jauh lebih memungkinkan om, sembari menyelamatkan ekonomi karyawan,” kata Yazid_fadhlan.

“Walau bagaimanapun DPR lembaga resmi yang mesti berjalan terus operasionalnya, pasti banyak dokumen di sana,” lanjutnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.