Sindiran Mustofa Nahrawardaya: Kalau Kalian Persoalkan Selain Islam, Namanya Intoleran

Terkini.id, Jakarta – Mustofa Nahrawardaya, Pimpinan Redaksi majalah Tabligh merespons soal perbedaan reaksi terhadap larangan buka warung di siang hari selama Ramadhan dan penutupan Bandara di Bali selama Nyepi.

Awalnya, Mas Piyu, mantan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merespons pernyataan dari Kementerian Agama bahwa larangan restoran buka siang hari selama Ramadhan itu diskriminatif.

Mas Piyu membandingkan bahwa penutupan Bandara Ngurah Rai Bali selama 24 jam saat Hari Raya Nyepi tidak dianggap diksriminatif.

Baca Juga: Partai Ummat Galang Dana untuk Palestina, Ferdinand Sindir: Sambil Main...

“Kemenag: Larangan Restoran Buka Selama (Siang Hari) Ramadan Diskriminatif. Bagaimana dengan NYEPI? Kok Tidak Bilang Diskriminatif?” cuit @maspiyuaja pada Jumat, 16 April 2021.

Cuitan itu lalu di-retweet oleh Mustofa. Ia menyindir bahwa jika orang mempersoalkan umat lain selain Islam, maka itu akan disebut intoleran.

Baca Juga: Busyro Disebut Berotak Sungsang, Mustofa Nahra: Muhammadiyah Gak Bakal Nurut...

“Kalau kalian mempersoalkan selain Islam, namanya intoleran,” kata @TofaTofa_id.

Cuitan Mustofa ini lalu dibagikan juga oleh Said Didu, namun tanpa komentar apapun.

Adapun dalam cuitan Mas Piyu, ia membagikan dua tangkapan layar artikel.

Baca Juga: Balas Denny Siregar Soal Tengku Zul, Mustofa: Kalau Ente Mati,...

Artikel pertama berjudul ‘Kemenag: Larangan Restoran Buka Selama Ramadan Diskriminatif’ yang diterbitkan Tirto.id.

Dikabarkan, Juru Bicara Kemenag, Abdul Rochman mengatakan bahwa kebijakan penutupan warung makan di Serang Banten itu berlebihan.

“Kebijakan ini tidak sesuai dengan prinsip moderasi dalam mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang, dan cenderung berlebih-lebihan,” kataAbdul Rochman, Kamis, 15 April 2021.

 

Adapun artikel ke-dua berjudul ‘Selama Nyepi, bandara Ngurah Rai Bali tutup 24 jam’ yang diterbitkan Kontan.co.id.

Dikabarkan, selama Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Minggu, 14 Maret 2021, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menutup operasionalnya selama 24 jam.

“Dalam menghormati tradisi keagamaan Hari Suci Nyepi di Bali kami melakukan pemberhentian operasional Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali sementara, sehingga umat Hindu yang melaksanakan ibadah nyepi dapat lebih khusyuk,” kata General Manager Kantor Cabang PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai – Bali, Herry A.Y. Sikado.

Bagikan