Terkini.id, Makassar – Penerapan hari Ojol atau Ojol Day yang diinisiasi Pemkot Makassar dalam hal ini Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mendapat dukungan dari Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo.
Ketua DPRD menilai, program Pemkot Makassar tersebut dapat mengedukasi warga untuk beralih ke transportasi umum.
“Sehingga masyarakat lebih suka naik transportasi massal (angkutan umum) yang disiapkan ketimbang kendaraan pribadi yang mungkin ada efek kenaikan BBM ataukah mungkin bisa mengurai kemacetan,” ujar Rudianto Lallo, dikutip dari detikSulsel, Rabu 21 September 2022.
Ia pun berharap, program tersebut dapat menjadi edukasi awal kepada masyarakat. Salah satunya dimulai dari ojol, kemudian bisa dikembangkan ke bus maupun pete-pete.
“Jangan dilihat bahwa ini hanya ojol aja. Tapi kan yang dilihat bahwa mengedukasi masyarakat untuk bisa menggunakan transportasi massal. Pak Wali memulai dari ojol, kan begitu. Mulainya dari ojol,” tuturnya.
- Ancaman El Nino Mengintai, Anggota DPRD Makassar Hj Umiyati Minta Direksi Definitif PDAM Segera Ditetapkan
- Reses Ketiga, Anggota DPRD Makassar Fasruddin Rusli Serap Aspirasi Warga Kecamatan Makassar
- Soroti Maraknya Kasus Begal, Wakil Ketua DPRD Makassar Eric Horas Desak Pemkot Beri Solusi Kongkrit
- Serap Aspirasi Warga Biringkanaya, Anggota DPRD Makassar Odhika Cakra Fokus Kawal Perbaikan Jalan
- Anggota DPRD Makassar Andi Odhika Cakra Serap Aspirasi Warga di Kecamatan Tamalanrea dan Biringkanaya
Rudianto pun mencontohkan penggunaan angkutan umum yang masif seperti di Jakarta. Menurutnya, jika Wali Kota Makassar Danny Pomanto dapat mendorong masyarakat beralih menggunakan bus Trans Mamminasita maupun pete-pete, maka jumlah kendaraan pribadi yang ada di jalanan tidak akan terlalu padat.
“Kalau ini berhasil, kan bisa juga seperti masyarakat yang di Jakarta kan. Jakarta sekarang kan semua orang tingkat penggunaan kendaraan pribadi menurun sekali karena transportasi massal seperti busway-nya, MRI-nya, semua warga Jakarta beralih ke sana kan,” ungkapnya.
Untuk hal itu, Rudianto meminta Pemkot Makassar terlebih dahulu harus menyediakan pelayanan transportasi yang menarik kepada masyarakat.
Sehingga, kata Rudianto, dengan sendirinya masyarakat nanti akan tertarik menggunakan angkutan umum tersebut.
“Nah di sinilah tugas kita pemerintah untuk memberikan itu dan itu (persoalan transportasi) tantangan sebenarnya di kota-kota metropolitan. Di samping itu bagaimana kita membuat itu (pelayanan) baik, apalagi Makassar kan tidak terlalu luas seperti di Jakarta. Supaya masyarakat akhirnya lebih terbiasa lagi menggunakan transportasi massal tadi apakah pete-pete apakah bus,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
