Temuan Danny Pomanto Soal Randis Rusak Dapat Jatah Bensin, Begini Kata DPRD Makassar

Terkini.id, Makassar – Anggota Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Makassar Kasrudi merespons temuan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto ihwal pemborosan anggaran pada pengoperasian kendaraan dinas. 

Salah satunya, temuan kendaraan mobil dinas rusak yang mendapat jatah bensin 10 liter per hari.

Kasrudi mengaku mendukung langkah pemerintah kota melakukan rasionalisasi anggaran pada ABBD Perusahaan 2021. Ia mengatakan bakal menunggu pembahasan lanjutan.

Baca Juga: Wali Kota Makassar Ancam Bubarkan Perusahaan Daerah, Ini Alasannya

“Memang ini perlu ditindaki,” kata Kasrudi, Rabu, 15 September 2021.

Hanya saja, Kasrudi mengatakan pemerintah kota tak bisa menyemaratakan memangkas anggaran BBM kendaraan dinas dan anggaran perawatan kendaraan dinas.

Baca Juga: Danny Pomanto Sebut Tubuh Birokrat di Pemkot Makassar Rusak Sekali

Pasalnya, menurut Kasrudi, akan berdampak pada pengelolaan kendaraan sampah. Hal tersebut, kata dia, merupakan dua hal yang berbeda. 

“Jadi kalau saya tidak bisa juga disamaratakan, nantilah kita lihat rumusannya di Perubahan,” katanya.

Dia mengatakan tak ingin berkomentar banyak hingga temuan tersebut benar-benar diselidiki oleh pihak Insepktorat.

Baca Juga: Demi Penghematan Anggaran, Danny Pomanto Batalkan Anggaran Mobil Dinas

“Kalau sudah ada hasilnya dari Inspektorat, mungkin baru bisa ditindaki,” ucapnya.

Dari data yang dihimpun dari Badan Pemeriksa Keuangan, jumlah aset bergerak (Randis) pemkot mencapai 4534 unit. 

“Seluruh mobil yang ada di Kota Makassar termasuk mobil rusak yang sudah tidak ada tetap diisi bensin. Bagaimana caranya?” kata Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.

Seharusnya, kata Danny, mobil kendaraan dinas yang hanya beroperasi mendapat biaya operasional pengisian bahan bakar. Namun, kenyataannya kendaraan yang tak beroperasi pun tetap mendapat jatah bensin.

“Masa mobil tidak bisa jalan tetap bisa isi bensin?” tanya Danny.

Selain uang bensin, Danny menyebut biaya pemeliharaan atau biaya perawatan kendaraan dinas tak lagi ditanggung pemerintah kota. Dia berharap pejabat yang memakai mobil dinas itu melakukan perbaikan sendiri.

“Tdak ada biaya maintenance, ya selama ini maintenance yang pakai dong, masa pejabat pakai dia tidak maintenance,” ucap Danny.

“Jadi saya potong tidak ada biaya maintenance lagi, kalau dia tidak mau maintenance kasi kembali itu mobil dinas. Bensinnya tetap ditanggung,” sambungnya kemudian.

Danny menyebut dalam sehari, total uang bensin seluruh kendaraan dinas mencapai Rp9 miliar per hari.

“Misalnya bensin, satu hari pemkot tidak bergerak (kendaraan dinasnya) Rp9 miliar kita untung,” katanya.

Untuk menghemat anggaran perjalanan pegawai, Danny mengatakan mengalihkan pertemuan tatap muka dengan zoom meeting.

Bagikan