Masa Pandemi Covid-19 membawa berbagai dampak di dunia. FAO (Badan Pangan Dunia) memberikan peringatan bahwa akibat Covid-19 dunia akan mengalami krisis pangan. Sementara itu BMKG juga memprediksi bahwa beberapa bulan kedepan akan terjadi kemarau panjang.
Mengantisipasi krisis pangan tersebut Presiden Jokowi mengatakan dalam rapat bersama Menteri Pertanian agar Kementerian Pertanian melakukan langkah konkrit untuk menjamin ketersediaan pangan terutama dimasa pandemi ini.
Merespon arahan Presiden Jokowi, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta kepada seluruh penyuluh pertanian dan petani di Indonesia agar segera melakukan Gerakan Percepatan Tanam Padi dan Jagung serentak.
“Kita harus bekerja lebih keras, lebih terpadu dan lebih gotong royong agar makanan rakyat bisa terjamin. Krisis pangan tidak boleh terjadi di Indonesia, kita harus hadapi dengan kerja keras dengan semangat pantang menyerah,” tegas SYL kepada semua penyuluh.
“Oleh karena itu saya mengajak seluruh insan pertanian untuk menghadapi tantangan tersebut dengan dua langkah kongkrit yaitu dengan penanaman yang lebih cepat dan momentum penyaluran sarana dan prasarana yang tepat. Dan berharap kerjasama yang lebih intens dari berbagai pihak agar semua dapat berjalan dengan baik,” lanjut SYL.
- BSI Gerakkan 10 Ribu Perempuan Selamatkan Bumi Lewat Aksi Tanam Pohon
- Pemprov Sulsel Matangkan RKPD 2027, Fokus Tekan Stunting dan Lindungi Kelompok Rentan
- Gubernur Sulsel Usulkan Sejumlah Proyek Jalan dan Jembatan Strategis ke Kementerian PU
- PT Vale Tanam Pohon dan Gaungkan Hemat Energi di Hari Bumi 2026, Komitmen Hijau yang Kuat di Area Operasi Morowali
- Dorong Gaya Hidup Sehat, Komunitas Olahraga Beladiri MIM Camp Kini Hadir di Makassar
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menambahkan, pangan adalah masalah yang sangat utama dan menentukan hidup matinya suatu bangsa. Makanya, petani harus tetap semangat tanam, olah dan panen.
Hal ini membuktikan pertanian tidak pernah berhenti ditengan wabah Covid-19, seperti yang dilakukan oleh mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa ini. (16/05).
Di Kecamat Bajeng, Kabupaten Gowa, Muhammad Alwi Syam ditugaskan untuk ikut mendampingi petani selama masa covid-19. Hari ini kami Bersama petani Dg. Tula akan mengairi sawahnya dengan memanfaatkan pompa air.
Keberadaan pompa air sangat menguntungkan bagi petani disini, Musim kemarau tidak lagi menjadi hambatan bagi petani di Bajeng, Kabupaten Gowa untuk berproduksi pertanian khususnya padi. Sebagai solusi pengairan di masa kekeringan, para petani memanfaatkan pompa dan hasilnya dapat meningkatkan efisiensi.
Kegiatan ini di lakukan sesuai arahan kementerian pertanian untuk seluruh mahasiswa Polbangtan Gowa, yakni harus ikut andil dalam mengawal tetap tersedianya pangan dimasa pandemi Covid 19 ini.
“Agar tidak kekeringan dan juga gulma tidak lagi tumbuh akibat seringnya tergenang oleh air. Suasana yang kami rasakan di lapangan sangat berbeda karna bisa saling bertukar pikiran dengan para petani, dan penyuluh yang ada diwilayah ini” pungkasnya. (ONO)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
