Terkini.id, Jakarta – Belum lama ini Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi memberikan pernyataan kontroversial.
Usai menjewer pelatih gegara tak tepuk tangan, Edy kini melarang pelatih olahraga tak berkumis.
Bukan tanpa alsan, Edy menilai orang berkumis memiliki jiwa yang tua.
“Orang berkumis itu adalah orang-orang berjiwa tua. Makanya pelatih tak boleh berkumis,” kata Edy saat pelantikan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Sumut.
Pernyataan ini kemudian membuat heboh publik dan mendapat berbagai tanggapan termasuk dari praktisi media, Rudi S Kamri.
- Buat Marah Ukraina, Gubernur Sumut: Kalau Saya Putin, Ukraina Diserang Sejak 3 Tahun Lalu!
- 1,1 Juta Kilogram Minyak Goreng Ditimbun, Gubernur Sumut: Jangan Coba-coba Bermain di Atas Penderitaan Rakyat!
- Niatnya Baik! Tanggapan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Soal Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat
- Klaim Tak Pernah Marah, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi: Hati Saya Selembut Salju
- Dilapor ke KPK Dugaan Gratifikasi, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Ancam Lapor Balik
Melalui kanal YouTube Kanal Anak Bangsa, Rudi mengatakan bahwa alasan Edy melarang orang berkumis aneh dan tak masuk akal. Dilansir dari Galamedia. Minggu, 2 Januari 2022.
“Sekarang membuat kontroversi baru yang menurut saya tidak masuk akal. Sebagai orang yang berkumis dari kecil, saya tersinggung berat ada apa dengan kumis,” ucapnya.
“aneh, alasannya karena Kumis itu membuat orang tampak lebih tua,” sambungnya.
Lebih lanjut, pernyataan Edy dinilai Rudi bentuk dari diskriminasi dan body shaming. Sehingga hal ini tak bisa dibiarkan.
“Ini tidak bisa kita biarkan, dia bukan penguasa tunggal. Saya rakyat berhak protes, tidak bisa kita biarkan pemimpin apalagi hanya pemimpin daerah sewenang-wenang dengan body shaming mendiskriminasi orang berkumis,” ucapnya.
Rudi lalu menanyakan apa indikatornya orang berkumis dengan tampak lebih tua.
“Ini bagi saya aneh sangat tidak masuk akal dan sangat tidak profesional. Apa indikatornya orang berkumis nampak tua,” sambungnya.
“Saya berharap ada perlawanan dari pelatih-pelatih dan entitas olahraga di Sumatera Utara jangan mau dengan peraturan gubernur yang nyeleneh dan aneh,” kata Rudi.
Menutup opininya, Rudi menegaskan bahwa pernyataan Edy merupakan bentuk dari diskriminasi dan body shaming.
“Ini kan diskriminasi body shaming. Nggak ada korelasinya,” tandasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
