Eko Kuntadhi Sarankan MUI Ganti Nama Jadi MUM: Majelis Ulama Munarman

Eko Kuntadhi Sarankan MUI Ganti Nama Jadi MUM: Majelis Ulama Munarman

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Protes pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait penangkapan Munarman eks FPI ditanggapi penggiat media sosial, Eko Kuntadhi.

Seperti diketahui, petinggi Majelis Ulama Indonesia, KH Muhyiddin Junaidi menyampaikan kecaman dan keprihatinan atas penangkapan Munarman.

Muhyiddin yang merupakan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan, penangkapan Munarman merupakan bentuk baru dari gerakan Islamofobia yang tujuannya untuk menciptakan ketakutan dan anti Islam. 

Pernyataan itu disampaikan Muhyiddin secara tertulis kepada redaksi Panjimas pada Rabu kemarin, 28 April 2021, seperti dilansir terkini.id.

“Jelas sekali penangkapan itu adalah bentuk baru dari gerakan Islam phobia yang tujuan utamanya adalah menciptakan ketakutan, kekhawatiran yang berlebihan dan anti Islam,” ujar KH Muhyiddin Junaidi, dikutip terkini.id pada Kamis, 29 April 2021.

Baca Juga

Lebih lanjut, Muhyiddin mengungkapkan, menyampaikan jikalau terorisme, radikalisme, dan ekstremisme adalah produk musuh kaum Muslim yang diprakarsai oleh Amerika dan sekutunya.

“Saat ini dunia sudah menganggap isu tersebut sudah kadaluarsa. ISIS juga diakui mereka sebagai produk hasil rekayasa mereka untuk menciptakan konflik dan menguras sumber daya kaum muslimin,” sambungnya lagi. 

Pengurus MUI yang banyak menguasai informasi dunia Islam di berbagai penjuru dunia itu juga mengaku bahwa setelah sekian lama Densus 88 sunyi tanpa aktivitas yang berarti, kini mereka tiba-tiba mulai kembali unjuk gigi.

Kendati demikian, menurut Muhyiddin, masyarakat kini sudah tak lagi percaya dengan manuver politik tersebut yang seakan musuh utama negara ini adalah terorisme saja.

“Sementara mega korupsi, penggelapan uang negara, power abuse dan malpraktek oleh para pengelola negara ini dianggap biasa saja,” paparnya.

“Begitu juga para pimpinan separatis Papua yang jelas anti NKRI dan melakukan pembunuhan dan melanggar konstitusi negara malah dibiarkan,” pungkas Muhyiddin Junaidi.

Eko Kuntadhi pun heran dengan cara pimpinan MUI tersebut memberi pandangan terhadap penangkapan Munarman. Apalagi, penangkapan Munarman diterjemahkan sebagai bentuk Islamophobia atau anti Islam.

“Menangkap Munarman artinya anti Islam? 

Jadi Munarman dianggap sederajat dengan agama? 

Woyyy… Ganti nama dong, jadi MUM. Majelis Ulama Munarman!,” tulis Eko Kuntadhi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.