Terkini.id, Jakarta – Umat muslim dunia menyampaikan protes dunia terhadap komentar Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Emmanuel banyak diprotes karena selain sikapnya yang menganggap karikatur Charlie Hebdo terkait Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk kebebasan berekspresi, juga karena pernyataannya bahwa Umat Islam sedang mengalami krisis.
Berbagai protes yang terjadi di berbagai dunia itu meliputi gerakan aksi anti Prancis hingga pemboikotan produk dari Prancis.
Hal itu terjadi lantaran komentar Emmanuel Macron melukai umat Islam saat dirinya membela penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad SAW.
Berkaitan dengan hal tersebut, dia angkat bicara bahwa dirinya dapat memahami jika umat Islam dikejutkan oleh kartun tersebut yang dimuat ulang oleh mingguan Charlie Hebdo.
- Satgas Ops Pekat Polres Jeneponto Tangkap Dua Pencuri Cengkeh, Hasil Curian Dipakai Beli Sabu
- Dinsos Jeneponto Tak Tahu Menahu Dugaan Pemalsuan Dokumen, Pastikan tidak Terlibat Teknis Penyaluran BLT Kesea
- Dipusatkan di Ruas Bua-Rantepao, Gubernur Sulsel Groundbreaking MYP Paket 6 untuk 20 Ruas Jalan
- Komisi B DPRD Makassar Apresiasi Kinerja Direksi, Pasokan Air ke Wilayah Utara Mulai Meningkat
- Program Dosen Berkarya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Dorong Penguatan Kolaborasi Blue Economy di Pesisir Singkawang
“Saya bisa mengerti bahwa orang bisa dikejutkan oleh karikatur itu, tetapi saya tidak akan pernah menerima bahwa kekerasan bisa dibenarkan,” kata Macron dikutip dari Al Jazeera, Sabtu 31 Oktober 2020.
Dirinya pun menilai bahwa pernyataannya tak bermaksud menyinggung umat Islam.
“Saya menganggap itu tugas kami untuk melindungi kebebasan kami dan hak-hak kami,” kata ia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
