Terkini.id, Jakarta – Seorang pastor asal Yunani menjadi korban penembakan dan mengalami luka parah pada Sabtu, 31 Oktober 2020 di sebuah gereja di Kota Lyon, Prancis.
Presiden Emmanuel Macron pun harus menerjunkan ribuan tentara untuk berjaga di gereja-gereja.
Berdasarkan keterangan sumber di Kepolisian dan saksi mata, pelaku penembakan sempat melarikan diri, sebelum akhirnya berhasil dibekuk.
Masih belum ada indikasi jelas apa motif dari penembakan ini dan kelompok teroris mana yang menjadi dalang tindak kejahatan ini. Sumber-sumber di kepolisian dan penegakan hukum Prancis mengatakan jaksa penuntut anti-terorisme sudah dilibatkan untuk mengungkap kasus ini.
Pastor tersebut ditembak dua kali sekira pukul 4 sore saat dia sedang menutup gereja tempat lokasi kejadian perkara. Pastor tersebut sekarang dirawat untuk mengobati luka-luka yang dialaminya.
- Satgas Ops Pekat Polres Jeneponto Tangkap Dua Pencuri Cengkeh, Hasil Curian Dipakai Beli Sabu
- Dinsos Jeneponto Tak Tahu Menahu Dugaan Pemalsuan Dokumen, Pastikan tidak Terlibat Teknis Penyaluran BLT Kesea
- Dipusatkan di Ruas Bua-Rantepao, Gubernur Sulsel Groundbreaking MYP Paket 6 untuk 20 Ruas Jalan
- Komisi B DPRD Makassar Apresiasi Kinerja Direksi, Pasokan Air ke Wilayah Utara Mulai Meningkat
- Program Dosen Berkarya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Dorong Penguatan Kolaborasi Blue Economy di Pesisir Singkawang
Saksi mata mengatakan gereja tempat penembakan terjadi berada di jantung Kota Lyon dan merupakan gereja Yunani Ortodok.
Sumber di Kepolisian mengatakan pastor tersebut berkewarga-negaraan Yunani. Dia menghubungi layanan darurat di Prancis setelah ditembak. Pastur itu tidak bisa mengenali siapa penembaknya.
Seorang sumber di Pemerintah Yunani mengidentifikasi pastor tersebut bernama Nikolaos Kakavelakis.
Terduga pelaku ditahan beberapa jam setelah kejadian di sebuah toko kebab di Lyon. Dia sekarang sudah ditahan oleh kepolisian. Ada indikasi kepolisian Prancis sedang mencari satu pelaku lainnya.
Peristiwa penembakan ini terjadi dua hari setelah seorang laki-laki membunuh seorang perempuan dan dua lainnya di sebuah gereja di Kota Nice, Prancis. Sedang dua pekan lalu, seorang guru sekolah di wilayah pinggir Paris dipenggal kepalanya oleh seorang penyerang, 18 tahun, setelah memperlihatkan gambar sebuah kartun Nabi Muhammad SAW dalam sebuah kelas yang diajarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
