Terkini.id, Jakarta – Pendakwah Nahdlatul Ulama (NU), Miftah Maulana Habiburrahman atau akrab disapa Gus Miftah mengaku emosi terhadap pegiat media sosial, Abu Janda alias Permadi Arya.
Emosi Gus Miftah tersebut terpicu usai melihat cuitan Abu Janda di media sosial Twitter yang menyebut Islam adalah agama arogan di Indonesia.
Hal itu disampaikan langsung Gus Miftah saat bertemu dengan Abu Janda di Podcast Deddy Corbuzier yang tayang pada Senin, 1 Februari 2021.
“Aku masih emosi nih, bro. Tapi kalau diam begini kan asik. Gue tadi ngebayangin ya… (Kalau) Permadi masih ngeyel, wah aku pukulin benerin nih. Tapi ternyata kan enggak,” kata Gus Miftah.
Dalam tayangan video di kanal Youtube Deddy Corbuzier tersebut, Gus Miftah juga melontarkan kritiknya kepada Abu Janda.
- Sekda Sulsel Ajak Perbankan dan Serikat Pekerja Bangun Ekonomi Inklusif
- Tembus Barisan Kedua, Veda Ega Pratama Start Posisi 6 di Moto3 Prancis 2026
- Dokter Koboi Kenang Sosok Almarhum Brigjen Farid Armansyah, Dokter Jenderal Pertama Asal Makassar
- Muslim Woman Space Gelar 'MWS Connect Day 2026' Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Bertumbuh
- Puluhan Pelari Mancanegara Siap Meriahkan Makassar Half Marathon 2026
Menurutnya, cuitan pria bernama lengkap Permadi Arya itu terkesan multitafsir. Menurut Gus Miftah, mungkin saja Abu Janda tidak berniat menyerang Islam secara umum namun penyampiannya membuat banyak orang berpikir demikian.
“Ini (cuitan Abu Janda soal Islam agama arogan) menimbulkan multitafsir. Banyak tafsiran-tafsiran. Meskipun sebenarnya dia tidak mengatakan Islam arogan. Tapi Islam yang keras, maksud dia itu,” ujar Gus Miftah.
Gus Miftah dalam tayangan tersebut juga mengungkapkan bahwa dirinya sudah sejak lama ingin menceramahi Abu Janda.
“Saya sudah sekian lama mendem pengen menceramahi orang ini (Abu Janda) dan puncaknya sekarang ini. Saya mau temui, siapa tahu omongan saya didengarkan,” tuturnya.
Mengutip Hops.id, Gus Miftah juga meminta Abu Janda agar belajar dari kesalahannya terkait cuitannya tersebut.
Bahkan, menurutnya sejauh ini ada sejumlah akhlak Abu Janda yang perlu diperbaiki. Misalnya seperti adab kepada tokoh tertentu, bisa menjaga emosi, sopan santun, dan mampu mengkritik dengan ucapan-ucapan baik.
“Nah saya berharap ketika Permadi memberikan kontranarasi terhadap Islam yang keras, saya mau dia lebih arif, lebih lokal, lebih beradab, lebih mengedepankan sopan santun,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
