Terkini.id, Makassar – Bapenda Makassar tidak berhenti untuk berbenah demi mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp2 Triliun. Salah satunya dengan digitalisasi pajak daerah.
Sekretaris Bapenda Makassar, Ibrahim Akkas, mengungkapjan hal ini sesuai dengan visi dan misi dari Wali Kota Makassar yang dirumuskan dalam RPJMD.
“Salah satunya menuju PAD Rp2 triliun, kita berupaya memaksimalkan pendapatan. Tahun 2021 kita target Rp1,3 triliun, dan 2022 kita target Rp1,7 triliun, 2023 Rp2 triliun,” kata Ibrahim, 23 Juni 2021.
Bagaimana Bapenda Makassar mengoptimalisasi pendapatan demi mewujudkan target PAD Rp2 Triliun? Berikut selengkapnya:
1. Pengawasan dan Penindakan
– Memaksimalkan penempatan Laskar Pedull Pajak pada Wajib Pajak Restoran, Hotel, Parkir
dan Hiburan untuk melakukan pencatatan transaksi dan pengawasan penggunaan alat perekam online.
- Kemendagri Setujui Seleksi Direksi PDAM Makassar Dilanjutkan
- BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku Perkuat Kolaborasi di Kawasan Timur untuk Jangkau Pekerja Informal
- Makassar Sabet Paritrana Award 2025, Bukti Komitmen Lindungi Pekerja Rentan
- Pemkot Makassar Perkuat UMKM Lewat Literasi dan Inklusi Keuangan TPAKD
- SETARA Institute: Makassar Jadi Salah Satu Kota Paling Toleran di Indonesia
-Mengoptimalkan pengawasan dan penindakan bagi Wajib Pajak yang melanggar dengan bekerjasama dengan pihak Kejaksaan dan Kepolisian Memaksimalkan penagihan piutang pajak
2. Sosialisasi secara Berkelanjutan
– Melaksanakan sosialisasi secara terus menerus dan berkelanjutan kepada para wajib pajak, pelaku usaha dan masyarakat
– Menyusun dan menyesuaikan regulasi terkait pajak dan retribusi daerah.
3. Optimalisasi Potensi Pajak
– Memaksimalkan potensi pajak daerah melalui pendataan dan pendaftaran objek pajak yang selama ini belum terdata dan terdaftar
– Menyesuaikan tanf dan nilai pengenaan pajak dan retribusi daerah.
4. Optimalisasi Sistem Pajak Online
– Memaksimalkan penggunaan alat perekam online pada wajib pungut pajak restoran, hotel, hiburan dan parkir.
– Mengoptimalkan sistem pengelolaan pendapatan yang berbasis IT
– Host to Host antara sistem pendapatan dengan sistem perencanaan dan sistem keuangan.
– Optimalisasi penerapan Tax Clearence
– Digitalisasi transaksi Pajak dan Retribusi Daerah
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
