Era Kenormalan Baru, BI Sebut Akselerasi Digitalisasi Pembayaran Melalui QRIS Meningkat

Terkini.id, Makassar – Sebagai otoritas sistem pembayaran, Bank Indonesia (BI) merespons kebutuhan masyarakat di era kenormalan baru dengan minimalisasi kontak fisik dalam bertransaksi.

Bambang mengatakan akibat pandemi Covid-19 integrasi ekonomi dan keuangan digital semakin meningkat. Sehingga, kata dia, digital payment memiliki peranan penting. 

“BI telah mengakselerasi digitalisasi pembayaran untuk menghindari kontak langsung dengan menerapkan Quick Response Code Indonesian Standar atau QRIS di berbagai sektor,” kata Kepala Perwakilan BI Sulsel, Bambang Kusmiarso, Selasa, 1 Desember 2020.

Ia mengatakan Implementasi QRIS diterapkan di sektor perdagangan ritel dan UMKM (pasar dan rumah makan), sektor sosial keagamaan (donasi, infaq, zakat, dan tempat ibadah).

Mungkin Anda menyukai ini:

Selain itu, sektor kesehatan (rumah sakit dan apotik), dan sektor transportasi (angkot), serta sektor pemerintah (pembayaran samsat). 

Baca Juga: Dear Penyintas Covid-19, Ayo Donor Plasma Konvalesen

Strategi pembayaran digital ini, kata Bambang, diharapkan dapat mendukung kebijakan pemerintah di era kenormalan baru sebagai gaya hidup masyarakat. Sehingga mengacu pada protokol safety, cleanliness dan healthy (SHC). 

Melalui implementasi QRIS, transaksi non tunai menjadi lebih cepat, mudah, murah, aman dan handal.

Hingga November 2020, Bambang menyebut jumlah merchant yang telah mendaftarkan diri untuk menggunakan QRIS di Sulawesi Selatan mencapai 172.695 merchant atau tumbuh sebesar 412,4% (ytd) sejak Desember 2019. 

Baca Juga: BNPB Minta Kelompok Rentan Covid-19 di Pengungsian Gempa Sulbar Dipisah

Sementara tingkat pertumbuhan tersebut berada di atas pertumbuhan nasional (221,4%; ytd) dan menjadikan Sulawesi Selatan menempati peringkat ke-7 dari segi jumlah merchant QRIS di Indonesia.

“Peringkat ke-5 sebagai salah satu daerah dengan tingkat pertumbuhan merchant QRIS terbanyak di Indonesia,” pungkasnya.

Bagikan