Facebook Akan Ubah Merek Instagram dan WhatsApp, Ini Nama Barunya

WhatsApp
Logo Facebook, Instagram dan WhatsApp. (Foto: Istimewa)

Terkini.id – Juru Bicara Facebook Bertie Thomson belum lama ini menyampaikan kabar bahwa pihaknya akan mengganti nama Instagram dan WhatsApp.

Penggantian nama tersebut agar pengguna semakin paham bahwa kedua aplikasi itu merupakan bagian dari Facebook.

Hal itu, kata Thomson, merupakan upaya yang menunjukkan bagaimana Facebook memberikan banyak kendali atas dua aplikasi yang diakuisisi mereka.

“Aplikasi itu nantinya akan disebut ‘Instagram from Facebook’ dan ‘WhatsApp from Facebook’. Kami ingin memperjelas produk dan layanan yang merupakan bagian dari Facebook,” kata Thomson, dikutip dari CNet, Sabtu 3 Agustus 2019.

Thomson mengatakan, perubahan saat ini akan berjalan perlahan, kemudian banyak pengguna mulai merasakan rebranding Instagram maupun WhatsApp.

“Perubahan ini akan muncul pada layar utama ketika pengguna masuk ke Instagram maupun WhatsApp, serta dalam deskripsi di toko aplikasi untuk kedua aplikasi tersebut,” ujarnya.

WhatsApp
Aplikasi Facebook, Instagram dan WhatsApp. (Foto: Istimewa)

Kabar tersebut mulanya dilaporkan oleh The Information yang mengutip tiga sumber yang mengetahui perubahan Instagram serta WhatsApp. Situs itu menyebut beberapa karyawan terkejut dan bingung atas perubahan yang akan berlaku.

Diketahui, Instagram dan WhatsApp merupakan dua aplikasi mobile populer milik Facebook. Keduanya diakuisisi oleh Facebook beberapa tahun lalu.

Sejak berada di bawah naungan Facebook, kedua layanan terus berkembang dan kian agresif. Tak hanya perkembangan dari sisi jumlah pengguna, tapi juga berbagai fitur baru yang dirilis.

Terlepas dari upaya Facebook  untuk rebranding, langkah ini bertepatan dengan penyelidikan Komisi Perdagangan Federal (FTC) yang meneliti apakah akuisisi perusahaan seperti pada Instagram dan WhatsApp merupakan bagian dari strategi untuk meredam persaingan.

Terkait hal tersebut, Pemerintah Australia juga mengatakan akan membentuk badan khusus yang bertugas untuk mengawasi Facebook, dan juga Google, sebagai salah satu upaya mengendalikan kedua perusahaan.

Badan ini akan menjadi pertama di dunia. Facebook dan Google sendiri beberapa tahun terakhir menjadi penyebab sejumlah masalah, mulai dari penyebaran berita palsu hingga ujaran kebencian.

“Perusahaan-perusahaan teknologi seperti Google dan Facebook perlu dimintai pertanggungjawaban, dan kegiatan mereka harus lebih transparan,” ungkap politikus Australia, Josh Frydenberg, dikutip dari Reuters.

Berita Terkait
Komentar
Terkini