Terkini.id, Jakarta – Baru-baru ini Facebook mengumumkan bahwa mereka akan memblokir seluruh konten berita Australia.
Dilansir dari BBCNews, orang-orang Australia sejak Kamis, 18 Februari 2021, terbangun dengan kenyataan mengejutkan bahwa seluruh akses berita-berita lokal negaranya maupun berita internasional telah diblokir oleh Facebook.
Hal itu dilakukan sebagi reaksi penolakan terhadap aturan yang menghendaki raksasa sosial media tersebut membayar setiap konten berita yang ditayangkan.
“Undang-undang yang diusulkan pada dasarnya salah memahami hubungan antara platform kami dan penerbit yang menggunakannya untuk berbagi konten berita,” kata manajer Facebook untuk Australia dan Selandia Baru, William Easton, pada hari Rabu, 17 Februari 2021 kemarin dalam sebuah unggahan blog.
Menurutnya, merupakan pilihan yang berat untuk mematuhi undang-undang atau berhenti mengizinkan konten berita Australia.
- Progres 86 Persen, Jalan Rabat Beton TMMD 128 Jadi Urat Nadi Peningkatan Ekonomi Warga Jeneponto
- Bank Mandiri Sukses Gelar Livin' Galesong Trail Run 2026, Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
- Penuh Makna, Lembaga Adat Bangkala Genap 25 Tahun, Raja-Raja Se-Sulsel Berkumpul di Balla Lompoa
- Usai Masuk 5 Besar Aquatics World Cup Xi'an di China, Tim Renang Artistik Sulsel Kini Borong 8 Medali Emas di Kejurnas Akuatik Senayan
- Asmo Sulsel Tawarkan Promo Motor Sport dan Scoopy Sepanjang Mei 2026, Jangan Sampai Ketinggalan
“Dengan berat hati kami memilih yang terakhir (pilihan kedua),” ungkapnya.
Pihak Facebook memaparkan bahwa sebagai akibat dari kebijakan baru tersebut, maka orang-orang di Australia tak lagi dapat melihat atau membagikan konten berita Australia ataupun internasional di Facebook.
Tentu hal tersebut semacam pengisolasian lantaran berarti bahwa orang-orang di negara lain juga tak dapat melihat atau berbagi konten berita Australia di Facebook.
Sebaliknya, Google mengumumkan bahwa pihaknya telah sepakat melakukan pembayaran yang signifikan kepada News Corp. milik Rupert Murdoch terkait konten berita.
Mereka sepakat sebagai bentuk kemitraan multi-tahun bersejarah yang akan menampilkan berita dari raksasa media tersebut dalam Google News Showcase.
Adapun kesepakatan itu mencakup konten dari Wall Street Journal milik News Corp, Barron’s, MarketWatch dan New York Post di Amerika Serikat; The Times dan The Sunday Times yang berbasis di Inggris, dan The Sun serta sejumlah media Australia termasuk The Australian.
Awal pekan ini, para pejabat Australia pun mengatakan bahwa dua raksasa teknologi AS, Facebook dan Google, akan sepakat dengan media Australia untuk membayar berita yang tayang.
Hal tersebut telah disampaikan oleh pengawas persaingan Australia yang menyatakan bahwa setiap $100 yang dihabiskan untuk iklan online, maka Google memperoleh $53, sedangkan Facebook mengambil $28, dan sisanya akan dibagikan, antara lain sebagai pendapatan yang dibutuhkan media untuk mendukung jurnalisme.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
