Terkini.id, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menanggapi soal Ketua DPR RI, Puan Maharani yang mengajukan gagasan Islam Merah Putih.
Fadli Zon menilai bahwa Islam seharusnya tak perlu ditambahkan dengan istilah-istilah lain di belakangnya, termasuk Nusantara, Merah Putih, Pancasila, dan lain-lain.
“Islam seharusnya cukup ‘Islam’ saja tak perlu lagi ditambah ‘Nusantara’, ‘Merah Putih’, ‘Pancasila’ dll. Islam sudah utuh dan sempurna,” kata Fadli Zon melalui akun Twitter resminya pada Sabtu, 30 April 2022.
Bersama pernyataannya, Fadli Zon membagikan berita berjudul “Puan Maharani Cetuskan Islam Merah Putih, Katanya Bisa Tangkal Agama Jadi Jualan Politik”.
Dilansir dari Jawa Pos, Direktur Eksekutif Jaringan Moderasi Beragama Indonesia, Islah Bahrawi menilai bahwa gagasan Islam Merah Putih yang dicetuskan oleh Puan Maharani merupakan terobosan menarik karena menghadirkan keseimbangan antara nasionalisme di satu sisi dan agama di sisi yang lain.
- Ketua IIPG Sulsel Berikan Tips Memilih Pemimpin Dalam Konsep Keislaman
- Buka Kegiatan Cerah Andalan, Gubernur Sulsel: Menumbuhkan Karakter Nilai-Nilai Islam Sejak Dini
- I Am Sorry, I've Misunderstood Your Faith!
- Putri Anies Baswedan Tidak Berjilbab, Ade Armando Komentari Cuitan Dokter Tifa: Isu Jilbab Bisa Merusak Bangsa
- Ruhut Nyinyir Akad Nikah Bahasa Arab, Andi Sinulingga: Sentiment Dengan Anies Boleh, Islam Jangan Bos!
Menurutnya, hadirnya gagasan ini juga menjadi penangkal hadirnya politik identitas berdasarkan agama yang saat ini masih menjadi “jualan politik” pada setiap kali Pemilu.
Hal ini diungkapkan Islah saat diskusi Politik Indonesia Point seri 6 bertajuk “Islam Merah Putih Puan Maharani” yang digelar di Jakarta, 26 April 2022.
“Ini konsep yang menarik. Saya suka. Karena Puan menghadirkan keseimbangan antara nasionalisme dan agama. Gagasan Islam Merah Putih itu adalah politik tengah, tidak terlalu ke kiri, tidak terlalu ke kanan juga dan itu menjadi keuntungan tersendiri,” katanya.
Islah menjelaskan bahwa Islam Merah Putih yang disampaikan Puan tidak perlu diperdebatkan seakan-akan menjadi aliran baru dalam Islam.
“Ini sama sekali tidak ada yang aneh, ya sama dengan Islam Nusantara yang dianggap seakan aliran baru dalam Islam, saya katakan, memang yang model begini, hanya orang cerdas saja yang paham, hanya orang-orang yang mau berpikir,” katanya.
Islah melanjutkan bahwa hakikat Islam Merah Putih yang disampaikan Puan Maharani menjadi jembatan yang baik untuk tidak membenturkan nasionalisme dengan agama.
Ia menilai bahwa dbanyak tempat, konflik terjadi karena nasionalisme dan identitas dibenturkan.
“Kita lihat Sudan, Rwanda dan negara-negara di Timur Tengah dilanda konflik karena tidak mampu menempatkan identitas baik agama maupun suku dalam konteks kebangsaan,” kata Islah.
“Maka saya apresiasi gagasan Islam Merah Putih ini dalam rangka itu, membuat nasionalisme dan agama itu dipangku bersamaan,” tambahnya.
Dulansir dari VIVA, gagasan Islam Merah Putih pernah disinggung Puan Maharani dalam acara Sinau Bareng Cak Nun pada Minggu malam yang ditayangkan Youtube Bamusi, Senin, 11 April 2022.
Dalam acara itu, Puan yang juga merupakan Ketua DPP PDIP mengatakan partainya bersyukur bisa membangun masjid yang lokasinya berada persis di kantor DPP PDIP lama di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Masjid yang dinamakan At Taufiq didedikasikan nama ayahanda Puan, yakni Taufiq Kiemas yang berpulang ke rahmatullah beberapa tahun lalu.
“Semoga bermanfaat bagi umat, dan semoga amal dan jasa-jasa pak Taufik ikut juga dinikmati dan diresapi untuk semua yang hadir untuk bisa berdoa dan beribadah di masjid At Taufiq ini,” kata Puan.
“Ini bukan hal yang biasa. Tadi disampaikan Cak Nun, saya ini mirip-mirip PDI Perjuangan. PDI Perjuangan itu Islam merah-putih,” tambah Puan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
