Terkini.id, Jakarta – Seorang polisi lalu lintas (Polantas) di Jawa Tengah mendadak viral usai video yang memperlihatkan dirinya mengambil bendera merah putih di selokan, beredar luas di media sosial.
Video polisi tersebut viral usai diunggah oleh akun Instagram Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
“Apa komentarmu pd polisi botak ini?” tulis Ganjar Pranowo di video unggahannya terkait polisi tersebut.
Belakangan diketahui, polisi viral tersebut bernama Brigadir Polisi Nanang Agus Rianto yang bertugas di Sat PJR Ditlantas Polda Jawa Tengah.
Peristiwa saat Nanang mengambil bendera merah putih di selokan itu dilakukannya ketika tengah beristirahat di sela-sela mengawal kunjungan Presiden Joko Widodo di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
- Buka Pelatihan Konseling Menyusui, Bupati Jeneponto Tegaskan Jangan Hanya Seremonial, Tapi Beri Manfaat Nyata
- Sukacita Panen di Desa Lise, Potret Sinergi Pemkab Sidrap dan Petani Kawal Swasembada Pangan
- Wali Kota Makassar Gandeng Sinar Jaya Bahas Bus Kota Terintegrasi Jalur Kampus
- Tersangka Bibit Nenas Sulsel Kembalikan Uang Rp3 Miliar ke Negara
- Deretan Top Scorer dan Best Player Warnai AAS Cup II 2026
Nanag pun menceritakan bahwa peristiwa itu terjadi pada 30 Juni 2020.
“Itu kejadian tanggal 30 Juni, pas kunjungan Bapak Presiden ke Weleri, Batang. Kami melakukan pengawalan terus standby di PTPN. Itu sebenarnya saat istirahat ngobrol dan bercanda dengan teman-teman, kru sopir,” cerita Nanang, Selasa, 7 Juli 2020 seperti dikutip dari detikcom.
Nanang mengungkapkan, saat ia tengah beristirahat dirinya tak sengaja melihat bendera merah putih itu berada di selokan.
Ketika itu, Nanang menelepon istrinya. Saat telepon tersebut, ia berjalan ke arah barat yang ada jembatan dan selokan kecil.
“Pas jalan itu, saya melihat ada bendera. Spontan saja saya ambil,” ujar Nanang.
Saat itulah, ia tak menyadari jika teman-temannya merekam aksinya itu.
Video itupun lantas disebar teman-teman kepolisian Nanang di grup WhatsApp hingga akhirnya viral.
Nanang pun mengaku tak tahu siapa yang sebelumnya membawa bendera tersebut hingga berada di selokan.
“Kalau dibawa siapanya nggak tahu, tapi biasanya setiap kita ngawal Bapak Presiden itu pasti ada yang nyambut dari siswa sekolah, SD, SMP di sekitaran biasanya nyambut pakai bendera-bendera kecil,” ujarnya.
Ia juga menceritakan bahwa bendera yang diambilnya itu berjumlah dua buah.
Satu bendera ia pasang di pohon, sementara satu lainnya dibawa pulang ke Semarang.
“Satu saya tempel di pohon. Satunya saya bawa ke Semarang,” ujar Nanang.
Ia sendiri baru mengetahui video aksinya itu viral di media sosial saat Hari Bhayangkara pada 1 Juli lalu.
Saat itu, kata Nanang, rekan-rekannya sesama polisi hingga luar Jawa mengirimkannya pesan support dan kebanggaan lantaran menyaksikan aksinya tersebut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
