Terkini.id – Pemerintah Republik Indonesia menganggarkan uang negara sebesar Rp17 triliun untuk membeli vaksin Covid-19 dari luar negeri pada 2021. Anggaran tersebut untuk mendatangkan total Rp246.575.051 dosis vaksin.
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan bahwa sejauh ini negara sudah mengeluarkan Rp 637.300.800.000 pada tahun anggaran 2020 untuk impor 3 juta dosis vaksin buatan perusahaan bioteknologi asal China, Sinovac Biotech yang telah dibeli Badan Anggaran Bendahara Umum Negara (BABUN) Kementerian Keuangan.
“Untuk program 2021, nanti dianggarkan melalui anggaran tambahan sebesar Rp 17 triliun,” kata Terawan seperti ditulis suaracom, jaringan terkini.id, dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis 10 Desember 2020.
Terawan menjelaskan pemerintah membagi program vaksinasi menjadi dua yakni 30 persen vaksin program dan 70 persen vaksin mandiri.
Dalam vaksin program, kata dia pemerintah memetakan para penerimanya berjumlah 32.158.276 orang dengan rincian: 1.251.773 tenaga kesehatan; 4.422.331 pelayan publik (bandaran, pelabuhan, damkar, dan lainnya), TNI-Polri, Satpol PP, Aparat Hukum; lalu kelompok masyarakat rentan sebanyak 26.484.172.
- Tersisa Dua Hari, Promo Diskon Tambah Daya Hingga 50 Persen MeiLaju Sudah Dinikmati 2.470 Pelanggan PLN UID Sulselrabar
- Idul Adha 1447 H, PLN UID Sulselrabar Bagikan 6 Ton Daging Hasil 92 Ekor Hewan Kurban untuk Sesama
- Anak Makassar Jadi Student Speaker di Harvard, Allegra Jade Raih Gelar Master di Usia 20 Tahun
- Hari Lahir Pancasila, Munafri-Aliyah Ajak Warga Makassar Hidupkan Nilai Kebangsaan
- Hadiri Sannipata Waisak 2026, Gubernur Andi Sudirman Apresiasi Kontribusi Permabudhi dalam Pembangunan Daerah
Satu orang membutuhkan dua dosis vaksin sehingga dalam vaksin program membutuhkan 64.316.552 dosis vaksin, ditambah perkiraan vaksin cadangan (wastage rate) 15 persen dari total target penerima yakni sebanyak 9.647.483 dosis vaksin, sehingga totalnya butuh 73.964.035 dosis vaksin.
Kemudian untuk vaksin mandiri yang ditargetkan kepada masyarakat umum dan pelaku ekonomi lain sebanyak 75.048.268 orang, negara membutuhkan 150.096.536 dosis vaksin ditambah wastage rate sebanyak 22.514.480 dosis vaksin, sehingga totalnya 172.611.016 dosis vaksin.
Total kebutuhan vaksin dari dua program vaksinasi ini adalah sebanyak 246.575.051 dosis vaksin.
“Sehingga dengan 107 juta sasaran atau 67 persen dari 160 juta usia 18-59 tahun, kebutuhan vaksin adalah 246 juta (dosis vaksin) perhitungan kebutuhannya,” tegasnya.
Untuk diketahui, pemerintah telah menetapkan enam jenis vaksin Covid-19 yang dapat digunakan dalam proses vaksinasi di Indonesia.
Keenam vaksin tersebut diproduksi oleh Bio Farma, Astrazeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc and BioNtech, dan Sinovac Biotech
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
