Terkini.id, Jakarta – Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga terkejut melihat kondisi sebagian lokasi sirkuit Formula E yang masih berbentuk lahan kosong berlumpur.
Dia mengatakan, lahan kosong tersebut bukan hanya tidak padat, tetapi kondisinya masih sangat mentah untuk dibangun sebuah jalan, terlebih sirkuit untuk balapan. Dia pun tidak yakin sirkuit Formula E bisa dibangun di lokasi itu.
“Bukan permasalahan lahan kosongnya bos, kalau lahan kosong sudah keras enggak apa-apa, ini lahan kosong lumpur!” kata Pandapotan saat peninjauan sirkuit Formula E di Ancol.
Managing Director Formula E Jakpro Gunung Kartiko mengatakan, analisis tanah sudah dilakukan dan masih menunggu hasil.
“Soil tes sudah kami kerjakan tinggal nunggu hasil,” kata Gunung.
- Unggah Foto Bersama Ruhut Sitompul, Twitter Ferdinand Hutahaean Dibanjiri Ratusan Komentar
- Ferdinand Hutahaean: Selama Tidak Ada Bukti, Perkataan Anies Baswedan dan Pendukungnya adalah Omong Kosong
- Anies Baswedan Dipanggil KPK Terkait Formula E, Ferdinand Hutahaean Titip Pertanyaan
- Ferdinand Hutahaean ke Anies Baswedan: Sudahlah Lebih Baik Diam, Sudah Tak Berguna!
- Kamaruddin Sebut Hukum Rusak di Tangan Jokowi, Ferdinand Hutahaean: Fokus Kasus Brigadir J, Jangan Beropini Jauh!
Gunung juga optimistis, meski dibangun di tanah yang dulunya adalah daerah rawa, sirkuit Formula E bisa selesai dalam waktu tiga bulan.
“Tiga bulan selesai,” tutur dia.
Sementara itu, diketahui pula bahwa kondisi lahan sirkuit yang belum diketahui Jakarta Propertindo (Jakpro), PT Pembangunan Jaya Ancol, bersama Ketua Komite Pelaksana Formula E Ahmad Sahroni memperkenalkan lokasi bakal sirkuit Formula E 2022 kepada awak media pada 22 Desember 2021 lalu.
Sahroni, pihak Jakpro, dan pihak Ancol pun tidak melanjutkan tinjauan lintasan di sisi paling timur, yang kini menjadi temuan baru saat kunjungan Komisi B DPRD DKI Jakarta.
Lantas, Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mempertanyakan bagaimana mungkin dana Rp 100 miliar disebut Sahroni bisa laksanakan Formula E.
Ia juga menyindir bahwa Formula E mustahil bisa terlaksana dengan biaya Rp 100 miliar.
“Itulah mengapa saya katakana OMONG KOSONG balapan ini bisa terlaksana dengan biaya 100 M,” cuit Ferdinand Hutahaean diakun Twitter. Kamis, 30 Desember 2021.
Ferdinand Hutahaean dalam kutipannya juga mengingatkan publik untuk mengawasi dana utang ancol untuk pembangunan sirkuit.
“Publik semua harus mengawasi dana UTANG 1,2 T Ancol, jika digunakan untuk pembangunan sirkuit, kita penjarakan dirutnya,” kutipnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
