Ferdinand Sindir Refly Harun Soal Minta KPK Usut Skandal PCR, Netizen: Jangan Cuma Bayak Cincong di Medsos

Ferdinand Sindir Refly Harun Soal Minta KPK Usut Skandal PCR, Netizen: Jangan Cuma Bayak Cincong di Medsos

R
Rafi Mufti Wijaya
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Eks Politikus Partai Demokrat dan juga Pegiat Media Sosial, Ferdinand Hutahaean menanggapi berita yang mengatakan bahwa Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun meminta KPK usut tuntas skandal PCR, daripada sibuk usut kasus penyelenggaraan Formula E.

Dalam hal ini, Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa seharusnya pakar hukum tidak membedakan proses hukum sepanjang untuk mengungkap kebenaran.

Untuk diketahui, selain Refly Harun, Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis juga mengatakan hal yang sama, bahwa dirinya meminta KPK untuk menghentikan pengusutan penyelenggaraan Formula E.

Selanjutnya, Eks Politikus Partai Demokrat tersebut menanyakan mengapa Refly Harun dan Margarito Kamis meminta KPK untuk menghentikan pengusutan penyelengaraan Formula E.

Lebih lanjut, Ferdinand Hutahaean juga menanyakan bahwa mungkinkah kedua pakar tersebut berbicara atas nama pesanan.

Baca Juga

Hal tersebut disampaikan Ferdinand Hutahaean melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @FerdinandHaean3 pada Senin, 15 November 2021.

“Atas nama gelar mereka disebut pakar. Seharusnya pakar hukum tak membeda-bedakan proses hukum sepanjang untuk mengungkap kebenaran,” kata Ferdinand Hutahaean.

“Tapi mengapa mereka berdua lebih meminta KPK hentikan pengusutan Formula E? Mungkinkah mereka bicara atas pesanan? Apa mereka jadi jongos untuk terduga korupsi?,” sambungnya.

Dari kicauannya tersebutn di akun Twitter, banyak netizen yang mengomentari statement Ferdinand Hutahaean.

Sayid, salah satu pengguna Twitter yang mengomentari statement Ferdinand Hutahaean menantang Ferdinand untuk adu argumentasi dengan kedua Pakar Hukum Tata Negara tersebut.

Dalam hal ini, Sayid menjelaskan bahwa kedua Pakar Hukum Tata Negara tersebut menggunakan nalar hukum, bukan seperti Ferdinand Hutahaean yang hanya memakai asumsi belaka.

“Makanya loe ajak mereka adu argumentasi sama mereka, jangan cuma bayak cincong di Medsos. Jelas kedua pakar hukum itu pake nalar hukum bukan kaya kau yang pake asumsi belaka. Lebih baik KPK untuk usut bisnis PCR ini yang sangat meresahkan rakyat Indonesia,” tulis akun Twitter @HinduanTahir.

Ferdinand Sindir Refly Harun Soal Minta KPK Usut Skandal PCR, Netizen: Jangan Cuma Bayak Cincong di Medsos
Tangkap layar akun Twitter @HinduanTahir

Kemudian, komentar lainnya datang dari akun Twitter @agul_raja yang mengatakan bahwa kasus Formula E memang dipaksakan untuk menjatuhkan nama Anis Baswedan.

Selanjutnya, Raja Agul juga mengatakan bahwa kasus PCR yang jelas-jelas nampak di depan mata tidak dipermasalahkan oleh kaum OD.

“Kasus Formula E ini memang dipaksakan untuk menjatuhkan nama Pak Anies. Tetapi bagi orang yang ngerti tentang hukum ini adalah lucu. Kasus PCR yang jelas-jelas nampak di depan mata tidak dipermasalahkan oleh kaum OD,” kata akun Twitter @agul_raja.

Ferdinand Sindir Refly Harun Soal Minta KPK Usut Skandal PCR, Netizen: Jangan Cuma Bayak Cincong di Medsos
Netizen / Tangkap Layar akun Twitter @agul_raja

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.