FGD Kementan melalui Cloud Meeting, Meraup Untung Bisnis Pangan Petani Milenial di Tengah Pandemi COVID-19

Prof Dedi Nursyamsi Paparkan Materi Dalam FGD Melalui Cloud Meeting

Sejak masuknya era Revolusi Industri 4.0, Kementerian Pertanian melakukan terobosan dalam meningkatkan produksi pertanian di berbagai komoditas melalui peningkatan minat generasi muda.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa generasi muda atau disebut juga pemuda milenial, menjadi penentu kemajuan pertanian di masa depan.

“Estafet petani selanjutnya adalah pada pundak generasi muda, mereka mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian,” urai Dedi.

“Dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas untuk memajukan pertanian Indonesia secara modern dan berorientasi ekspor agar Indonesia menjadi negara agraris yang mandiri pangan,” lanjut Dedi.

Focus Group Discussion atau FGD ini dilakukan melalui Video Conference, Rabu (22/04/2020) dengan menghadirkan beberapa narasumber, yaitu Wayan Supadno, seorang praktisi, menghadirkan tema “Peluang Bisnis Pangan di Tengah Covid-19.”

Menarik untuk Anda:

Tema “Sudut Pandang Praktisi Pertanian di Tengah Pandemi Covid-19,” disampaikan oleh Eko Suhartanto Prasetya dari Universitas Prasetiya Mulya. Sedangkan dari Dirjeb Perdagangan Dalam Negeri, Bapak Suhanto menyampaikan tema “Start Up sebagai Solusi Distribusi Pangan di Tengah Pandemi Covid-19.”

Bapak Kepala BPPSDMP, Prof Dedi Nursyamsi menyampaikan materi terkait Distribusi Pangan di Tengah Pandemi Covid-19 dan Program Kementan di Tengah Pandemi Covid-19.

Bertindak sebagai moderator adalah Bustanul Arifin dari Kapuslatan Kementerian Pertanian.
(MUZ)

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kabar Baik dari Bidang Kemahasiswaan UIM l, Bertekad Wujudkan World Universitas

Panen di Pangkep Bukti Aktifitas Insan Pertanian Tidak Berhenti Meski Pandemi Covid-19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar