Terkini.id, Jakarta – Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean (FH) menyinggung soal ketegasan KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman dalam menindak tegas aktivitas ormas terlarang di Indonesia.
Ferdinand Hutahaean pun lewat cuitannya di Twitter, Selasa 21 Desember 2021, menyinggung soal rekam jejak Jenderal Dudung menindak tegas ormas terlarang saat masih menjabat Pangdam Jaya.
Menurut FH, andaikan ketika Dudung dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadli tidak menindak tegas ormas terlarang kala itu maka tidak menutup kemungkinan Jakarta saat ini sudah menjadi neraka.
“Andaikan waktu itu Pamgdam Jaya Mayjend Dudung dan Kapolda Metrojaya Irjen Fadil tidak tegas terhadap kaum ormas terlarang, maka sangat mungkin saat ini Jakarta sudah jadi neraka,” cuit Ferdinand Hutahaean.
Adapun neraka yang ia maksud itu, seperti kondisi Kota Kabul di Afghanistan saat dikuasai kelompok Taliban.
- Jelang Pemilu 2024, Ini Seruan KSAD Jenderal Dudung ke Prajurit TNI AD
- Effendi Simbolon Minta Maaf Bersumpah Tidak Pernah Judge TNI
- Semakin Panas, Anggota DPR RI Effendi Simbolon Bersitegang dengan KSAD Jenderal Dudung
- Biasanya Dituduh Hina Islam, Jenderal Dudung Kini Dipuji PKS: Jadi yang Terdepan!
- Waduh! Posting Foto Jenderal Dudung, Pak Lurah: Predator KM 50 ...
“Seperti Kabul Afganistan dikuasai Taliban,” ujar Ferdinand.
Oleh karena itu, kata FH, kaum intoleran dari ormas terlarang dan afiliasinya tersebut harus dicegah di Pilpres 2024.
“Maka kaum intoleran dan afiliasinya harus dicegah 2024..!!,” tegas Ferdinand Hutahaean.
Diketahui, saat masih menjabat Pangdam Jaya Jenderal Dudung Abdurrachman memerintahkan anak buahnya mencopot baliho eks Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Peristiwa itu terjadi saat Rizieq hendak pulang dari Arab Saudi.
Ketika itu, banyak simpatisan FPI yang memasang baliho Rizieq di Jakarta. Namun, karena tak berizin Satpol PP pun melakukan penertiban.
Jenderal Dudung pun kala itu mengatakan bahwa TNI ikut serta membantu proses penertiban baliho ormas terlarang tersebut.
“Beberapa kali Satpol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Perintah saya itu. Begini. Kalau siapapun di republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau masang baliho sudah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan, jangan seenaknya sendiri, seakan akan dia paling benar,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
