Film 12 Strong, Menyorot Sisi Suram Afghanistan di Bawah Bayang-bayang Taliban

Film 12 Strong, Menyorot Sisi Suram Afghanistan di Bawah Bayang-bayang Taliban

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Film 12 Strong, menyorot sisi suram Afghanistan di bawah bayang-bayang Taliban. Apa yang tengah terjadi di Afghanistan saat ini memang sudah menjadi mimpi buruk bagi kebanyakan warga di sana. Paling tidak, sejak Taliban berkuasa pada 1996 hingga 2001.

Selebihnya, hingga saat ini sebelum Taliban kembali menguasai Ibu Kota Kabul pada Minggu 15 Agustus 2021, warga merasakan kebebasan ‘demokrasi’ di bawah koalisi Barat pimpinan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Kecemasan dan ketakutan telah terasa sejak Taliban menguasai beberapa wilayah provinsi di Afghanistan, terhitung sejak pasukan asing angkat kaki secara perlahan pada Mei 2021 lalu.

Tetapi, tahukah jika mengulang mundur sejarah konflik berdarah yang dilakoni Taliban di Afghanistan maka benang merah kelam itu tidak dapat dipisahkan dari peristiwa kelabu ‘Serangan 11 September 2001’ atau yang lebih dikenal sebagai ‘Serangan 9/11’. Kasus runtuhnya gedung pencakar langit kembar World Trade Center di Washington, Amerika Serikat (AS) yang dilakukan kelompok teroris Al-Qaeda adalah pemantik prahara berkelanjutan.

Film 12 Strong, Menyorot Sisi Suram Afghanistan di Bawah Bayang-bayang Taliban
Ilustrasi film 12 Strong. (Istimewa)

Merekam jejak kelam tersebut, produsen film Hollywood pun mengangkatnya menjadi film action dengan judul ’12 Strong’ yang tak kalah mencekamnya. Film berlatar belakang perang di Afghanistan itu menceritakan peperangan seputar peristiwa terorisme.

Baca Juga

Dibintangi Chris Hemsworth, Michael Shannon, dan Michael Pena, 12 Strong bisa menjadi pilihan tontonan yang menarik dalam aktualitas terkini yang terjadi di Afghanistan saat ini.

Film berdurasi 130 menit tersebut merupakan saduran dari kisah nyata yang sebelumnya diangkat menjadi novel berjudul ‘Horse Soldiers’ karya Doug Stanton.

Cerita yang disajikan merupakan kisah nyata dari pasukan khusus Amerika Serikat yang diberangkatkan sesaat setelah serangan brutal 11 September 2001.

Film ini sendiri disutradarai Nicolai Fuglsig, seorang jurnalis foto dan sutradara asal Denmark. Film 12 Strong merupakan film fitur pertamanya, setelah sebelumnya sempat menyutradarai film dokumenter Return of the Exiled yang mendapatkan penghargaan Gold Lion dalam Cannes Lions International Advertising Festival.

Nicolai Fuglsig sebelumnya juga pernah mendapatkan dua penghargaan DGA untuk kateogri Outstanding Directorial Achievement in Commercials.

Film 12 Strong menceritakan tentang 12 orang pasukan khusus Amerika Serikat yang dikirim ke Afghanistan beberapa hari setelah peristiwa teror yang menghancurkan gedung World Trade Center pada 11 September 2001.

Film ini berupaya menyajikan kisah drama yang kuat dengan memulai cerita dari dalam rumah, saat Kapten Mitch Nelson (Chris Hemsworth) sedang cuti dan bermain bersama anak dan istrinya. Menambah sisi dramatis, bahkan putri Mitch pulalah yang pertama kali melihat peristiwa teror yang terjadi melalui layar kaca televisi.

Kapten Mitch Nelson menyaksikan peristiwa 11 September 2021 bersama anak dan istrinya.

Film 12 Strong, Menyorot Sisi Suram Afghanistan di Bawah Bayang-bayang Taliban
Ilustrasi film 12 Strong. (Istimewa)

Peristiwa ini mendorong Mitch untuk maju ke medan perang, padahal sebelumnya ia sempat meminta pindah divisi lantaran ingin lebih banyak menghabiskan waktu besama keluarganya.

Mitch dan tim selanjutnya berangkat ke Afghanistan dengan misi menaklukkan Taliban dan Al-Qaeda. Ia bertekad untuk kembali pulang lantaran janji yang telah ia ucapkan kepada istrinya.

Film ini juga menceritakan keluarga dari beberapa pasukan yang berada di bawah kepemimpinan Mitch. Hal Spencer (Michael Shannon) harus berangkat dengan rasa sedih yang ditunjukkan anak dan istrinya. Sementara itu, di rumah Sam Diller (Michael Pena), istrinya mencoba untuk terlihat kuat di depan suaminya.

Ketika sampai di pangkalan militer AS di Uzbekistan, pasukan diminta untuk bekerja sama dengan Jenderal Abdul Rashid Dostum (Navid Negahban), salah satu jenderal Aliansi Utara. Hal tersebut tidak mudah, Mitch harus menyingkirkan rasa curiga di antara mereka agar bisa bekerja sama. Terlebih karena jumlah pasukan yang mereka miliki jauh lebih sedikit dari Taliban dan Al-Qaeda.

Sekadar diketahui, Abdul Rashid Dostum saat ini merupakan orang yang paling diburu Taliban. Dalam liputan berita yang diangkat Terkini.id pada Senin 17 Agustus 2021 kemarin, ia dianggap orang ‘Afghan’ paling bertanggung jawab terhadap jatuhnya Taliban di Afghanistan pada 2001 silam.

Dengan keterbatasan yang ada, Mitch dan Abdul Rashid Dostum harus menaklukkan pasukan Al-Qaeda dan Taliban yang dilengkapi dengan berbagai senjata perang canggih, termasuk tank-tank besar dan rudal.

Awalnya pasukan Mitch dibantu dengan serangan udara dari militer AS, tetapi justru di saat genting, serangan udara tidak lagi dapat diluncurkan.

Akhirnya pasukan Mitch yang hanya berjumlah 12 orang dan pasukan Jenderal Abdul Rashid Dostum yang hanya memiliki ratusan pasukan berkuda serta peralatan perang seadanya pun mengandalkan keberanian mereka untuk menerjang ke wilayah peperangan dan menghabisi langsung musuh mereka.

Secara umum, film 12 Strong menyorot sisi suram masa lalu Afghanistan di bawah bayang-bayang Taliban.

Kini, 20 tahun kemudian, tepatnya pada Minggu 15 Agustus 2021 kemarin, setelah Taliban menguasai Ibu Kota Kabul yang ditinggal kabur Presiden Ashraf Ghani, warga Afghanistan yang sempat merasakan kebebasan demokrasi Barat, terancam kembali tercengkeram dalam kungkungan politik radikal dan intoleransi yang menakutkan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.