Fintech P2P Indodana Mudahkan Pebisnis UMKM Dapat Modal Usaha via Online

Terkini.id, Makassar – Di zaman sekarang membuka usaha sendiri bisa terbilang cukup mudah dan kompetitif. Sekarang sudah tersedia banyak  platform fintech Peer to Peer Lending (P2P Lending) terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memiliki layanan pinjaman online untuk  memudahkan pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) mendapatkan modal usaha hingga ratusan  dengan cicilan tetap dan terjangkau.

Salah satunya adalah layanan pinjaman online di Indodana yang bisa dimanfaatkan para pelaku usaha untuk mendapatkan modal usaha dengan cepat, tanpa ribet. Cukup dengan modal KTP dan dokumen usaha yang lengkap, maka pengajuan pinjaman modal usaha  bisa langsung  diproses.

Pinjaman Online untuk Modal Usaha 

Indodana sendiri mendukung para pebisnis skala kecil hingga menengah untuk bisa terus menjalankan bisnisnya. Melalui Indodana mereka bisa mengajukan pinjaman modal usaha dari puluhan hingga ratusan juta rupiah  dengan proses yang cepat, cicilan tetap dan terjangkau sehingga usaha mereka bisa terus berjalan.

Sebagai fintech P2P lending yang telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia  Indodana hadir sebagai solusi permodalan bagi UMKM dan masyarakat luas yang tak bisa mendapatkan akses permodalan perbankan. Hingga saat ini, Indodana telah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp 333 miliar lebih kepada 92 ribu nasabah di seluruh Indonesia.

Pinjaman modal usaha lewat fintech P2P Lending ini tentu saja memiliki berbagai macam keuntungan dibandingkan dengan jenis pinjaman modal usaha lain. Berikut ini adalah beberapa keuntungan utamanya:

1. Syarat Relatif Mudah daripada Bank

Pelaku usaha UMKM di Tanah Air kerap sulit mendapatkan modal usaha dari bank. Pasalnya pengajuan pinjaman modal usaha untuk produk KTA bank saja dibutuhkan syarat-syarat yang harus dipenuhi antara lain KTP, NPWP, kartu kredit, rekening tabungan, SIUP/TDP/akta pendirian usaha. Sementara itu, pengajuan di fintech P2P Lending hanya membutuhkan KTP, rekening bank, dan data legalitas perusahaan saja.

2. Tidak Kalah Aman dari Bank

Fintech P2P Lending yang sudah terdaftar dan diawasi OJK dijamin keamanannya dan memiliki pertanggungjawaban sebagai perusahaan resmi penyedia dana. Anda tidak perlu lagi khawatir meminjam modal usaha dengan jumlah besar karena sudah terjamin dan diawasi secara resmi dari pemerintah. Pastikan pinjaman modal usaha yang ingin Anda ajukan berasal dari perusahaan atau lembaga yang sudah terdaftar di OJK.

3. Suku Bunga Kompetitif

Pinjaman modal usaha yang didapat biasanya dikenakan suku bunga yang relatif ringan dan terjangkau. Cicilan dengan jangka waktu yang lama tidak akan membebani Anda karena bunga yang dikenakan oleh pihak P2P Lending ditentukan berdasarkan jenis usaha yang dijalankan. Semakin besar kecil atau besar usaha yang dijalankan, maka tingkat suku bunga yang berlaku juga akan mengikuti.

4. Biaya Transparan

Pinjaman modal usaha dari P2P Lending tidak memiliki beban atau prosedur biaya yang tersembunyi. Anda bisa langsung melihat biaya-biaya apa saja yang perlu dibayar saat proses pengajuan dan pembayaran cicilan. Hal ini tentu saja akan berdampak pada transparansi biaya yang baik dan Anda tidak perlu khawatir akan adanya biaya tambahan.

Fintech P2P Lending Sebagai Solusi UMKM untuk Tumbuh

Data Worldbank Findex Database 2017 mengungkapkan hanya 49% masyarakat Indonesia memiliki akses ke sistem perbankan konvensional dan hampir 78% nasabah tersebut susah atau tidak bisa mendapatkan pinjaman.

OJK mencatat total kebutuhan kredit permodalan UMKM sepanjang tahun 2017-2018 mencapai lebih dari Rp1.700 triliun per tahun. Namun, lembaga keuangan hanya bisa memenuhi kredit UMKM sebesar Rp700 triliun, sisanya masih belum tersentuh perbankan.

Fintech P2P Lending seperti Indodana menyadari besarnya peran UMKM dalam perekonomian Tanah Air. Sebagai bagian dari  fintech P2P lending, Indodana berkomitmen untuk menciptakan teknologi yang memudahkan pelaku UMKM mendapatkan modal segar agar usaha mereka bisa terus berjalan.

Gap pembiayaan UMKM yang belum tersentuh akses perbankan masih tinggi, sekitar Rp 1.000 triliun per tahun. Dan harapannya, P2P Lending seperti  Indodana bisa membantu meningkatkan inklusi keuangan dan memenuhi gap pembiayaan ini bersama dengan fintech-fintech lain di Indonesia.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Bisnis

Fuso Kembali Pimpin Penjualan Truk di Sulselbar

Terkini.id, Makassar -- Pertumbuhan ekonomi yang signifikan di Sulawesi Selatan membuat bisnis penjualan kendaraan truk meningkat.General Manager Operation Officer PT Bosowa Berlian Motor (BBM),