Terkini.id, Makassar – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Bosowa (Unibos) melakukan survei terkait kualitas perkuliahan jarak jauh atau daring di tengah pandemi Covid-19.
Survei tersebut terhitung sejak akhir bulan Maret 2020 dengan menjaring sekitar 140 responden, meliputi seluruh civitas akademika Fisip Unibos.
Ketua Bem Fisip Unibos Reski Sudirman mengatakan survei tersebut berupaya menangkap gambaran tentang proses dan kulaitas perkuliahan secara daring.
“Survei ini kiranya dapat dijadikan referensi dalam proses pengambilan keputusan bagi pihak kampus, dalam hal ini adalah Rektorat Universitas Bosowa,” kata dia, Jumat, 17 April 2020.
Hasil survei tersebut mencatat beberapa poin, antara lain:
- PDAM Kota Makassar Buka Penerimaan Pegawai Kontrak, Berlangsung Secara Daring
- Tak Memberikan Penjelasan Atas Tugas yang Diberikan, Emak-Emak Ini Labrak Guru Lewat Video
- Media Sosial dan Opini Publik
- Pertamakali, SMK Kehutanan Negeri Makassar Akan Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka
- Brimob Batalyon A Pelopor Siapkan Ruang Belajar Daring untuk Siswa Kurang Mampu
1. Kurangnya respons kampus dalam menerbitkan berbagai regulasi yang mendukung berjalannya perkuliahan daring dengan baik.
2. Kurangnya kesiapan sarana dan prasarana pendukung terkait penggunaan media pembelajaran daring yang disediakan kampus.
3. Lambatnya turun tunjangan berupa subsidi kuota internet untuk mendukung proses belajar kuliah daring, serta tidak jelasnya mekanisme atau prosedur pemberian subsidi kepada mahasiswa yang sumbernya berasal dari pemotongan dana SPP/BPP.
4. Kurangnya efektifitas proses belajar mengajar dan kurang proposionalnya pemberian tugas dan materi pembelajaran dari dosen kepada mahasiswa, sehingga lebih banyak mahasiswa yang masih belum paham dengan materi yang diberikan dosen.
5. Kurang berfungsinya staf dan tata usaha dalam membantu pelayanan administrasi akademik yang diberikan kepada dosen dan mahasiswa.
Reski menyebut semua simtom kekacauan yang nampak tersebut, berasal dari ketidaksiapan, baik kampus maupun mahasiswa secara menyeluruh dalam menghadapi pandemi covid-19 ini.
“Dalam realitasnya, perubahan drastis dan mendadak dari sistem lama ke sistem baru tersebut, ternyata tidak mudah,” ungkapnya.
Survei ini, kata dia, sebagai bentuk untuk evaluasi dan perbaikan kualitas pendidikan ke depan.
“Untuk menambal lubang-lubang kekurangan kita semua,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
