Terkini.id, Jakarta – Selain ribut soal penghargaan Pemprov DKI untuk diskotek Colosseum, sejumlah pihak juga menyoroti izin untuk event Djakarta Warehouse Project (DWP).
Front Pembela (Front Pembela Islam) pun meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera bertobat.
Pasalnya, FPI melihat sejumlah kebijakan Anies akhir-akhir ini bersifat ‘maksiat friendly’.
Sekretaris Umum DPP FPI Munarman mengungkapkan, kebijakan tersebut antara lain penyelenggaraan Djakarta Warehouse Project (DWP).
Selain itu, kebijakan Anies yang memberikan penghargaan Piagam Penghargaan Anugerah Adikarya Wisata 2019 kepada Diskotek Colosseum Club 1001.
- Soal Ditangkapnya Munarman, Cuitan Mahfud MD Disorot: Setiap Kasus Bisa Dicari Pasal Benar Salahnya
- Terkejut Munarman Ditangkap, Pak Lurah: Beliau Rajin Ibadah dan Pandai Bergaul
- Cairan Diduga Bahan Peledak Ditemukan di Markas FPI, Pihak Munarman: Itu Pembersih WC
- Tak Terima Cara Penangkapan Densus 88, Pihak Munarman Akan Ajukan Praperadilan
- Breaking News: Mantan Petinggi FPI, Munarman Ditangkap Densus 88 Polri
Menurut Munarman, izin terhadap penyelenggaraan DWP sama saja Anies membiarkan terjadinya berbagai kegiatan maksiat yang berkedok wisata hiburan. Munarman menganggap DWP hanya kegiatan pesta pora, hura-hura dengan musik keras.
“Yang di dalamnya terdapat anak muda dan sangat potensial dirusak dengan cara berpakaian membuka aurat, mengonsumsi makanan dan minuman haram,” kata Munarman dalam keterangannya, Minggu 15 Desember 2019.
Munarman mengungkapkan, kebijakan penghargaan terhadap Colloseum Club 1001 juga telah melukai FPI.
Sebab, menurut dia, tempat itu merupakan lokasi maksiat berkedok hiburan.
“Yang semua orang berpikiran waras pasti tahu tidak ada manfaatnya sama sekali untuk mencapai tujuan pembentukan manusia yang beriman dan bertakwa,” tambah Munarman.
Oleh karena itu, Munarman mengingatkan Anies untuk kembali ke jalan yang benar. Sebab, FPI sebagai pendukung Anies pada Pilgub 2017, menginginkan gubernur DKI yang mengubah orientasi secara mendasar.
FPI, kata Munarman, tidak ingin pembangunan Jakarta hanya mengutamakan PAD, pertumbuhan ekonomi dan kehidupan dunia yang glamor.
“Harus diubah menjadi indeks pembangunan lebih mengedepankan aspek kehidupan yang religius, takut kepada Allah dan nyaman bagi semua umat beragama,” tegas Munarman.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
