Frontal, Erick Thohir Beberkan Fakta Mencengangkan Terkait Korupsi: Luar Biasa Banyak, 53 Pejabat Tersangka

Terkini.id, Jakarta – Belum lama ini, Erick Thohir membeberkan fakta mencengangkan terkait korupsi yang menurutnya luar biasa banyak.

Tentu saja fakta tersebut sangatlah tak terduga, apalagi ia menyebutkan bahwa setidaknya ada 53 pejabat yang menjadi tersangka. 

Erick Thohir selaku Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membenarkan bahwa memang terdapat puluhan nama pejabat yang tersandung status tersangka dalam kasus korupsi.

Baca Juga: Refly Harun ‘Ditampar’ Netizen seusai Duga Rakyat Lebih Khawatirkan Penceramah...

Kemudian ia menuturkan bahwa jumlah kasus yang berkaitan dengan korupsi dan transparansi di perusahaan-perusahaan pelat merah mencapai 159 kasus.

Namun, 159 kasus dan 53 nama pejabat yang menjadi tersangka tersebut ditemukan berdasarkan data sebelum Erick Thohir menjabat sebagai Menteri BUMN.

Baca Juga: Anies Sebut Anak Buahnya Korupsi karena Kebutuhan Hidup, Denny Siregar:...

“Saya di awal pada saat bekerja dan membuka data pada kasus hukum yang ada di Kementerian BUMN, itu jumlahnya luar biasa banyak, 159 waktu itu,” buka Erick saat penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari Selasa kemarin, 2 Maret 2021, dikutip dari tribunnews.com.

“Dan yang jadi tersangka kurang lebih 53,” sambungnya. 

Melihat adanya catatan tersebut, Menteri Erick dengan sigap melakukan berbagai upaya perbaikan di kementerian yang ia pimpin.

Baca Juga: Anies Sebut Tak Ada Toleransi Bagi Koruptor, Warganet Pertanyakan Dana...

Perbaikan tersebut dilakukan mulai dari perbaikan sistem melalui Peraturan Menteri hingga melakukan pemilihan jajaran direksi yang memiliki integritas.

“Tentu sebagai pimpinan, saya justru berpikir terbalik, bagaimana tentu Kementerian BUMN harus mengintrospeksi diri dibandingkan menyalahi yang terkena,” ujar Erick bijak. 

“Karena saya yakin dengan perbaikan sistem dan pemilihan pimpinan-pimpinan BUMN yang berintegritas tentu diharapkan bisa meminimalisasi daripada kasus-kasus tersebut,” tambahnya.

Selain itu, Erick Thohir juga menegaskan bahwa pihaknya hingga saat ini terus melakukan transparansi di Kementerian dan di BUMN agar kasus-kasus hukum korupsi dapat diminimalisir.

“Transformasi yang ada di kementerian BUMN sejak awal salah satu isu yang terpenting adalah mengenai penanganan transparansi dan kasus-kasus hukum,” pungkasnya.

Sponsored by adnow
Bagikan