Gadis 16 Tahun Digantung dan Disetrum Listrik Gara-gara Dituduh Mencuri Cincin, Kades Ditangkap

Terkini.id, NTT – Oknum Kepala Desa di Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) tega menganiaya dan menggantung seorang gadis yang dituduh mencuri cincin.

Video persekusi gadis 16 tahun tersebut pun tersebar luas di media sosial beberapa hari lalu.

Kini, aparat kepolisian menangkap Kepala Desa Babulu Selatan tersebut, bersama 6 pelaku yang terlibat.

Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Beitahu, Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menarik untuk Anda:

Kepala Desa dan 6 pelaku tersebut kini ditahan di Mapolres Belu.

Kepala Desa Babulu Selatan tersebut bernama Paulus Lau. Sedangkan enam orang lainnya yang ditangkap adalah Margareta Hoar, Endik Kasa, Bene Bau, Domi Berek, Marsel Ulu dan Melkis Tes.

Tujuh pelaku tersebut ditahan karena melakukan penganiayaan secara tidak manusiawi terhadap korban NB (16) yang dituduh mencuri cincin emas milik Rince Molin pada 16 Oktober silam.

“Ketujuh pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini sudah ditahan di Mapolres Belu. Antaranya Kepala Desa, Kepala Dusun dan lima warga lainnya,” kata Kabid Humas Polda NTT, Kombes Jules Abraham Abast kepada seperti dilansir dari gatracom, Rabu 30 Oktober 2019.

Dia mengungkapkan, kasus persekusi anak di bawah umur ini berawal dari korban Novi Baruk yang dituduh mencuri cincin emas milik Rince Molin 16 Oktober 2019 lalu sekira pukul 18.00 WITA.

Ketika itu, Novi akan mengambil HP-nya yang dititipkan untuk diisi baterainya di rumah Rince Molin, namun malah dituduh mencuri cicin.

Karena korban tidak mengakui oleh Rince Molin, kasus ini kemudian dilaporkan ke Kepala Dusun Beitahu, Margareta Hoar.

Si Kepala Dusun ini lalu menuju rumah Novi dan memukulnya dengan sebatang kayu dan dipaksa harus mengaku.

Karena korban tidak mengaku mencuri, jelas Kombes Jules Abraham Abast, keesokan hari 17 Oktober 2019 korban dipanggil lagi untuk diusut.

Disetrum Listrik

“Di TKP, para tersangka sudah menyiapkan ember berisi air dan dipasang kabel listrik telanjang.
Karena korban Novi tetap menyangkal, selain dipukul, tangannya dicelupkan dalam ember yang ada kabel listrik telanjang itu,” cerita Kombes Jules Abraham Abast.

Lanjut Kombes Jules, karena korban Novi tetap menyangkal tidak mencuri, korban Novi kemudian diseret ke rumah Posyandu. Disana sudah ada Kepala Desa Paulus Lau dan tersangka lainnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

FPI Singgung Jokowi: Korban Banjir Gak Cuma Butuh Perahu Karet Mereka Perlu Pakaian dan Makanan

FPI Bantu Korban Banjir, Hidayat Nur Wahid: Ajaran Islam Bersaudara Mestinya Didukung Bukan Dibubarkan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar