Terkini.id, Kupang – 3 warga Kupang tertular varian Delta, Satgas Covid-19: ini kasus pertama di NTT! Sebanyak tiga warga Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dinyatakan tertular Covid-19 varian Delta. Kasus tersebut sekaligus merupakan kasus pertama corona varian Delta di NTT.
Pengumuman resmi terkait kasus varian Delta disampaikan Juru Bicara Satgas Covid-19 NTT Marius Ardu Jelamu bersama Kepala Laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof WZ Johannes Kupang, dr Hermi Indita Malewa pada Rabu 21 Juli 2021 kemarin, seperti dilansir dari Pos Kupang, Kamis 22 Juli 2021.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan Balitbangkes Jakarta, ada tiga spesimen Covid-19 dari NTT yang mengalami mutasi dan dinyatakan varian Delta,” imbuh Hermi yang tampak didampingi Marius.
Tiga pasien tersebut, beber Hermi, masing-masing berusia 12 tahun, 33 tahun, dan 70 tahun.
Ia menjelaskan, identifikasi varian Delta bermula ketika Laboratorium RSUD Prof WZ Johannes Kupang sebagai laboratorium rujukan pemeriksaan PCR di NTT, mengirimkan 310 sampel swab ke Laboratorium Balitbangkes Jakarta pada April 2021 lalu.
- Menkes Ungkap Kasus Varian Omicron di Indonesia Tak Perlu Oksigen, Ini Alasannya!
- Catat Angka Tertinggi Sejak Pandemi, Kasus Harian Covid-19 di Prancis Melonjak 94.000!
- Ini Persiapan Pemerintah Hadapi Ancaman Omicron Jelang Nataru Pasca PPKM 3 Dibatalkan
- Hore! Ahli Denmark Kembangkan Molekul Baru untuk Blokir Covid, Ampuh Gak Ya?
- Menkes Ungkap Penularan Gelombang Kedua Covid Bawa Berkah Tersendiri, Ada Apa?
Pengiriman sampel ke Jakarta dilakukan lantaran dicurigai adanya mutasi atau varian baru. Berdasarkan hasil di Lab Balitbangkes Jakarta, ditemukan tiga sampel yang terkonfirmasi varian Delta.
“Tiga spesimen yang terdeteksi varian Delta merupakan warga Kota Kupang,” imbuh Hermi.
Ia menyebut, kasus varian baru Delta pada umumnya menyerang orang yang berusia muda termasuk salah satunya anak-anak berusia 12 tahun.
Penularan varian Delta, sebut Hermi, sangat progresif dengan tingkat fatalitas sangat cepat dan menyerang orang usia muda. Oleh karena itu, varian Delta perlu diwaspadai secara serius.
Kendati demikian, Juru Bicara Satgas Covid-19 NTT Marius Ardu Jelamu meminta masyarakat NTT tidak panik atas mutasi virus varian Delta.
Ia mengimbau agar seluruh masyarakat NTT tetap mengikuti protokol kesehatan secara ketat termasuk berbagai arahan yang diberikan pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.
“Kami harapkan warga Kota Kupang untuk secara serius mengikuti protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19,” imbau Marius.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
