Terkini.id, Makassar – Tertangkapnya Ketum PPP Romahurmuziy dalam kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama, menjadi pintu masuk bagi KPK untuk mengusut kasus-kasus lain.
Hal itu disampaikan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, yang buka-bukaan dalam tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC) tadi malam, Selasa 20 Maret 2019.
Menurut Mahfud MD, dengan tertangkapnya kasus Romahurmuziy tersebut, KPK diminta mengusut berbagai pengangkatan pimpinan di sejumlah institusi di bawah Kementerian Agama yang dinilai tidak wajar.
“Pesan saya untuk KPK, bongkar kasus ini sampai tuntas,” kata Mahfud MD yang blak-blakan.
Dia pun mencontohkan beberapa kasus pengangkatan calon rektor yang tidak wajar di kampus-kampus Islam di bawah Kemenag.
“Contohnya Faisal Bakti. Ini guru besar yang dua kali menang dalam pemilihan Rektor. Tapi tidak pernah diangkat oleh Kemenag,” kata dia.
Pertama, kata dia, adalah saat Pemilihan Rektor UIN Alauddin Makassar. Pada 2014 lalu, Faisal Bakti terpilih sebagai rektor UIN Alauddin dalam pemilihan yang dilakukan oleh dewan senat kampus.
Namun, Faisal Bakti tidak diangkat menjadi Rektor oleh Kemenag karena dibuatkan aturan bahwa tidak bisa menjabat Rektor jika belum cukup 6 bulan menjabat guru besar di UIN Alauddin. Dia menceritakan, aturan itu bahkan dibuat tengah malam.
Sementara, menurut dia, ada kampus lain yang rektornya didatangkan dari luar tanpa pernah menjadi guru besar hingga 6 bulan. “Calon dari luar jadi kandidat rektor dan terpilih,” kata dia.
Terkait Faisal Bakti, kata Mahfud, pada tahun lalu Faisal Bakti terpilih lagi jadi Rektor di UIN Ciputat (Syarif Hidayatullah Jakarta).
“Di UIN terpilih, tapi tidak dilantik,” kata dia. Suatu ketika, Mahfud menceritakan Faisal Bakti pernah didatangi orang yang memintainya membayar Rp 5 miliar.
Mahfud pun menyampaikan lebih khusus kepada Juru Bicara KPK, Febri Diansyah SH, untuk mengusut masalah pengangkatan rektor di sejumlah perguruan tinggi islam tersebut.
“Saya kira banyak yang bisa bicara tentang ini,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
