Gegara Lawan Rusia, Astronot AS Terancam Tak Pulang ke Bumi Hingga Trump Ingatkan Soal Nuklir: Kalian Harus Takut

Gegara Lawan Rusia, Astronot AS Terancam Tak Pulang ke Bumi Hingga Trump Ingatkan Soal Nuklir: Kalian Harus Takut

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Sikap Amerika yang cenderung menyalahkan Rusia atas perang melawan Ukraina berbuntut ke banyak hal. Selain saling boikot produk, terbaru Astronot asal Amerika Serikat (AS) Mark Vande Hei terancam gagal pulang ke Bumi.

Hal itu setelah Rusia memberikan ancaman tersebut yang disampaikan langsung Kepala Badan Antariksa Rusia Dmitry Rogozin lewat video yang diunggah ke media sosial.

Peringatan terhadap Vande dilayangkan menyusul langkah Presiden AS Joe Biden terkait pemberian sanksi terhadap Rusia sebagai tanggapan atas perang yang dimulai negara itu di Ukraina.

Dilansir dari New York Post, sebelumnya Vande dijadwalkan kembali ke Bumi dari Stasiun Luar Angkasa Internasional pada April mendatang bersama dua kosmonot Rusia. Dia bakal mendarat di Kazakhstan dalam waktu sekitar tiga minggu bersama dua rekannya dari Rusia dengan menggunakan pesawat ruang angkasa Rusia.

Sementara itu, Lembaga Antariksa Nasional Amerika (NASA) belum mengomentari ancaman Rogozin. Tetapi setelah pernyataan Biden, badan antariksa itu mengatakan tidak ada perubahan yang direncanakan dalam kerja sama AS dan Rusia di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Baca Juga

Sebagai informasi, AS dan Rusia mengoperasikan bagian stasiun yang terpisah. Astronot AS, terutama sebelum kemunculan SpaceX, mengandalkan pesawat luar angkasa Rusia untuk misi mereka.

Peringatan Trump ke Warga AS

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengingatkan warga AS untuk mewaspadai kemungkinan perang nuklir di tengah serangan Rusia ke Ukraina. Hal ini disampaikan dalam wawancaranya dengan Full Send Podcast pada Rabu (9/3/2022) lalu.
Menurut Trump, ancaman perang nuklir sangat serius.

“Kalian semua harusnya takut (akan nuklir), apalagi kita punya pemimpin yang tidak kompeten, yang berhasil mendapat jabatan karena berbuat curang,”  ujar Trump, sebagaimana dikutip The Paradise, Minggu 13 Maret 2022.

Presiden AS ke-45 ini juga mengatakan bahwa AS memiliki senjata nuklir baru. Trump juga mengklaim bahwa di bawah kepemimpinannya, AS telah berhasil merenovasi senjata yang sudah berumur tua tersebut.

Meski demikian, podcast yang mengundang Trump sebagai bintang tamu itu telah dihapus oleh YouTube. Platform video itu menyebut bahwa konten tersebut melanggar kebijakan terkait informasi yang keliru dan menyesatkan.

Mengutip Fortune, setelah video itu dihapus, Trump menyebut penghapusan videonya dari YouTube tak berbeda dengan cara media pemerintah Rusia menyensor berita tentang perang di Ukraina.

“Inilah yang mereka lakukan di Rusia, kalau Anda mau tahu, jika Anda melihat Rusia … orang-orang di Rusia bahkan tidak tahu bahwa mereka sedang berperang dengan Ukraina,” katanya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.