Geger! Tagar #SundaTanpaPDIP, Netizen: Pecat Kadernya, Tenggelamkan Partainya
Komentar

Geger! Tagar #SundaTanpaPDIP, Netizen: Pecat Kadernya, Tenggelamkan Partainya

Komentar

Terkini,id, Jakarta – Kasus Bahasa Sunda dalam rapat berbuntut panjang, pasalnya terkait pernyataan Arteria Dahlan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga terkena imbasnya dan ikut mendapat sorotan publik.

Hal tersebut terlihat adanya tagar ‘Sunda Tanpa PDIP’ di media sosial Twitter yang kini menduduki puncak trending topic tak lama setelah Arteria Dahlan mengumumkan permohonan maaf.

Meskipun Arteria Dahlan sudah meminta maaf atas ucapannya yang meminta Kejati menggunakan bahasa Sunda saat rapat untuk dipecat, publik masih menunjukkan reaksi kemarahan.

Diketahui dari tagar ‘Sunda Tanpa PDIP’ telah Lebih dari 6.120 tweet yang dilakukan para Netizen.

“Mulutmu mempengaruhi suara bantengmu di tanah Sunda #SundaTanpaPDIP #SundaTanpaPDIP Klo seluruh mantemans kewer yg keturunan Sunda ikut naikan tagar ini, pasti cepet TTI nya, kagok edun sekalian,” sebut warganet.

DPRD Kota Makassar 2023
Baca Juga

“Pecat kadernya, tenggelamkan partainya,” ujar yang lain. Dilansir dari Galamedia. Kamis, 20 Januari 2022.

Selain itu, diketahui bahwa Jawa Barat merupakan basis pemilih terbesar di Indonesia, sehingga meskipun Arteria Dahlan tidak masuk di Dapil Jawa Barat, suara PDIP sangat signifikan di provinsi yang dihuni oleh sebagian besar orang Sunda itu.

“Kalo tdk diusik orang Sunda jarang berisik, kali ini ada yg mengusik. Tenggelamkan sarang partai yg mengusik,” ujar warganet.

Sebelumnya, menyusul polemik yang atas ucapannya, Arteria Dahlan telah meminta maaf kepada masyarakat Sunda dan mengaku siap menerima sanksi dari partai.

“Saya dengan sungguh-sungguh menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat Sunda atas pernyataan saya beberapa waktu lalu,” tutur Arteria.

Hal tersebut disampaikan Arteria usai memberikan klarifikasi kepada DPP PIDP dan diterima langsung oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

“Saya menyerahkan sepenuhnya kepada DPP Partai. Sebagai Kader Partai saya siap menerima sanksi yang diberikan Partai,” ucapnya.