Geram dengan Terorisme, Netizen: Siapapun Teroris yang Mati di Gereja Dia Anak Kristus

Terkini.id, Jakarta – Sejumlah netizen yang geram dengan aksi terorisme mengusulkan kepada lembaga agama agar mengeluarkan fatwa terhadap pelaku teroris yang menyerang gereja.

Menurut mereka, siapapun teroris yang mati di lingkungan gereja sebaiknya langsung dibaptis menjadi anak Kristus dan dimakamkan di depan gereja.

“Lebih baik bikin fatwa saja, siapapun yang mati di lingkungan gereja, dia adalah anak Kristus, dan mayatnya langsung kita makamkan di depan gereja, anggap sebagai domba hilang yang telah kembali,” kata salah seorang netizen.

Baca Juga: Pengamat Terorisme Sebut Ada Perubahan Strategi Khilafatul Muslimin: Sangat Berbahaya!

Pendapat netizen tersebut muncul usai pegiat media sosial, Denny Siregar menyerukan kepada publik agar jangan sungkan menyebarkan foto maupun meme teroris saat meninggal.

“Jangan sungkan-sungkan menyebarkan foto teroris saat mati dengan meme-meme yang gak ada akhlak. Itu perlawanan kita kepada mereka, menunjukkan kita tidak takut pada teror mereka,” ujar Denny Siregar lewat cuitannya di Twitter, seperti dilihat pada Sabtu 3 April 2021.

Baca Juga: Setuju? Majelis Ulama Indonesia: Khilafah Tidak Identik Dengan Terorisme!

Sejumlah netizen lainnya pun ikut mengomentari kicauan Denny Siregar tersebut.
 
“Gimana kalau kita tebar ketakutan juga buat teroris bang. Kita himbau semua gereja pasang spanduk ‘semua teroris yang mati di gereja akan dibabtis jadi Kristen’,” tutur netizen.

Bahkan, warganet lainnya mengusulkan agar semua teroris yang mati di gereja untuk dilumuri minyak babi.

“Kurang serem bang… Tambahin, semua teroris yang mati di gereja akan dilumuri minyak babi sebagai syarat utama menjadi Kristen,” ungkapnya.

Baca Juga: Setuju? Majelis Ulama Indonesia: Khilafah Tidak Identik Dengan Terorisme!

Ada juga netizen yang mengusulkan agar teroris yang meninggal usai menyerang gereja dikubur di pemakaman Kristen.

“Setuju, bagi teroris yang ledakin bom mati dikubur di pemakaman unit Kristen. Papan namanya gunakan salib. Sah sebagai domba yang hilang telah kembali,” ujarnya.

Bagikan