Gibran Rakabuming Mau Dipolisikan Andi Arief Gegara Ikutan Cuit Nurhadi-Aldo

Andi Arief dan Gibran Rakabuming

Terkini.id, Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief lagi-lagi membuat heboh.

Melalui akun twitternya, Andi mengaku sedang pikir-pikir untuk memolisikan akun anak Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka.

Hal itu disampaikan Andi Arief pada Rabu kemarin. Hingga Kamis hari ini, cuitan tersebut sudah di-retweet lebih dari 280 kali.

Andi Arief mengunggah tangkapan layar (screenshot) cuitan Gibran di akun @Chilli_Pari.

Rupanya, pertimbangan Andi Arief tersebut lantaran Gibran ikut-ikutan me-retweet cuitan airmin @_TNIAU yang mempertanyakan cuitan Andi Arief.

Soalnnya, dalam cuitan Andi Arief, dia dia meminta 2 anggota TNI mengecek kabar surat suara tercoblos yang belakangan dinyatakan hoax.

“Mohon bapak @AndiArief__sebutkan siapa kedua anggota TNI tersebut (nama/pangkat/kesatuan). Jika mereka anggota TNI AU, laporkan kepada kami untuk diusut Pomau. Patut diingat bahwa institusi TNI dan khususnya TNI AU berkomitmen untuk menjaga netralitas dalam Pemilu,” begitu bunyi cuitan TNI AU yang di-retweet Gibran.

Baca :Sandiaga Uno Keliru Soal Nabi Yusuf Butuh 7 Tahun Mengatasi Krisis

Menjadi perhatian, karena Gibran meretweet cuitan @_TNIAU tersebut dengan hastag #UdahNurhadiAja.

Tagar tersebut terkait pasangan capres-cawapres fiktif yang lagi viral, yakni Nurhadi-Aldo.

“Saya lagi menimbang apa perlu melaporkan akun anak Presiden ke Bareskrim,” tulis Andi Arief saat menanggapi re-tweet Gibran.

Belum diketahui apakah Andi Arief jadi melaporkan Gibran ke polisi.

Sebelumnya, Andi Arief sudah memolisikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto; Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin; Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Ade Irfan Pulungan; jubir TKN Jokowi-Ma’ruf, Arya Sinulingga; dan jubir PSI Guntur Romli terkait dugaan penyebaran berita bohong atau hoax melalui media elektronik dan pencemaran nama baik.

Seperti dilansir dari detikcom, dia juga memolisikan komisioner KPU Pramono Ubaid karena disebut telah mendesain pilihan kata dalam cuitan soal ‘7 kontainer surat suara tercoblos’ agar tak dituduh menyebarkan hoax.
Andi Arief juga memolisikan PSI terkait ‘Kebohongan Award’.

Berita Terkait